Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : ilustrasi

Pasuruan-Memo. Jaringan bandar narkoba kelas kakap berhasil diungkap oleh jajaran Polres Pasuruan.
Mirisnya, barang haram jenis sabu tersebut diketahui disuplai dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas).

Hal tersebut disampaikan oleh Kapolres Pasuruan, AKBP Rofiq Rifto Himawan pada sejumlah media saat konfrensi pers dihalaman Polresta Pasuruan pada hari Kamis (17/12).

Berawal dari adanya laporan warga bahwa akan ada transaksi narkoba di rumah salah satu pelaku yakni, Sanali (50) dan selanjutnya unit Satreskoba Polres Pasuruan melakukan penangkapan.

Dari tangan Sanali petugas mengamankan 6,1 gram. Tidak berhenti disitu, petugaspun melakukan pengembangan dan berhasil membekuk dua pelaku lainnya salah satunya yaitu, Asmad (43) dan Rudianto masing-masing warga Pasuruan.

"Dua pelaku lagi berhasil kita tangkap beserta barang bukti (BB) nya sabu seberat 1,4 kilogram," ucap, Kapolres Pasuruan, AKBP Rofiq Rifto Harahap.

Kapolres menjelaskan, pihaknya dalam pengungkapan jaringan narkoba tersebut membutuhkan tingkat infestigasi tinggi dan menguras tenaga sampai akhirnya berhasil.

"Pelaku ini kerap berpindah-pindah tempat, sempat berada di Malang Raya saat diketahui keberadaannya oleh petugas lantas pelaku kabur ke Jawa Tengah dan akhirnya berhasil diamankan,"terangnya.

Masih kata Kapolres, sebelumnya pihaknya juga telah melumpuhkan pelaku jaringan narkoba hingga tewas karena melawan petugas.

"Tiga pelaku ini ditetapkan sebagai tersangka dan diancam Pasal 112 ayat (2) Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika, Pasal 114 ayat (2) Undang-undang RI Nomoro 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara maksimal 20 tahun dan seumur hidup,"tegasnya.

Sementara Barang Bukti yang berhasil diamankan berupa, sabu 1,165 kilogram, 17 buah kantong plastik klip berisi sabu siap edar, 4 buah handphone warna hitam Merk Samsung dan Asus, satu buah timbangan elektrik serta uang tunai Rp 955.000. (fb)

Posting Komentar