Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : tiga terdakwa saat menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor Surabaya. (Arief,memojatim)

Sidoarjo-Memo. Tiga mantan pejabat Kabuputen Sidoarjo yakni, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (PU BMSDA) Sunarti Setyaningsih alias Naning, Kabid Bina Marga Dinas PU BMSDA Judi Tetrahastoto dan Kepala bagian (Kabag) ULP, Sanadjihitu Sangadji kembali disidangkan di Pengadilan Tipikor Surabaya pada hari Senin (31/8/2020). 

Dalam sidang yang diketuai oleh Cokorda Gede Arthana selaku Hakim Ketua serta dua Hakim Anggota Lufsiana dan Mochamad Mahin kali ini, tiga terdakwa masing-masing menjadi saksi antara terdakwa satu dengan terdakwa lainnya. 

Terdakwa Sanadjihitu Sangadji mendapat giliran pertama menjadi saksi atas dua terdakwa Sunarti Setyaningsih dan Judi Tetrahastoto. Jaksa KPK Arif Suhermanto mempertanyakan seputaran pemberian uang yang diterimanya dari terdakwa lain yakni, bos kontraktor Ibnu Gofur dan Toto Sumedi berkas terpisah (sudah divonis). Selain itu tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK menanyakan siapa yang paling berperan aktif komunikasi dengan Kadis PU BMSDA Sidoarjo terkait pengaturan sejumlah lelang proyek pekerjaan diwilayah Kabupaten Sidoarjo tersebut.

"Pokja yang berkordinasi langsung dengan Kepala Dinas PU BMSDA,"ungkap, saksi Sanadjihitu Sangadji dalam persidangan dikutip memojatim.

Lebih jauh Sanadjihitu juga mengamini semua pertanyaan yang diajukan oleh JPU KPK soal penerimaan sejumlah uang Rp 200 juta dari Ibnu Gofur. 

Selain itu, Sanadjihitu Sangadji juga ditanyai soal kebenaran keterangannya pada barang bukti nomor 54 terkait dirinya yang menghadap Bupati dirumah dinas seorang diri adanya permintaan uang terkait kebutuhan Bupati Sidoarjo non aktif Saiful Ilah.

"Iya betul,"jawab, saksi Sangadji dalam persidangan.

Sangadji pada kesaksiannya juga menyatakan, saat pertemuannya dengan Ibnu Gofur menerima uang sebesar Rp 300 juta berupa uang tunai tiga bendel dengan rincian, "Yang Rp 100 juta untuk bantuan dan Rp 200 juta untuk Bupati Saiful,"ungkap, saksi Sangadji.

Masih lanjut kesaksian mantan Kabag ULP, Sanadjihitu Sangadji atas dua terdakwa Sunarti Setyaningsih dan Judi Tetrahastoto menyampaikan bahwa, terkait proyek Pasar Porong dirinya mendapat WA (WhatsApp) dari Sekda.  

"Saya juga dapat WA dari Pak sekda,"ucapnya.

Sedangkan giliran kesaksian mantan Kabid Bina Marga Dinas PU BMSDA, Judi Tetrahastoto menyampaikan, dirinya selain terima uang suap dari ibnu Gofur pada September 2018 dan 2019 sebasar Rp 300 juta dirinya juga terima uang dari Totok Sumedi Rp 40 juta dan berupa uang dolar dari rekanan yang lain yaitu Gagah. 

"Selain itu saya juga terima dari Pak gagah berupa dolar. Saat itu saya tidak tau berapa nilainya tapi saat saya rupiahkan sekitar Rp 100 juta an,"ujar, saksi Judi Tetrahastoto saat memberikan kesaksiannya terhadap terdakwa Sunarti dan Sanadjihitu Sangadji.

Terakhir pada kesaksian Sunarti Setyaningsih (Naning) tidak ada satupun dari keterangan dua terdakwa yang dibantah. Namun, Sunarti mengaku tidak tahu menahu kalau sebelumnya ada pertemuan antar Pokja dengan Ibnu Gofur.  (rief)

Posting Komentar