Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : tim Pidsus Kejari Lamongan saat menggeledah kantor Kecamatan Pucuk. (Saiful Ikbal,memojatim)

Lamongan-Memo. Tim penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Lamongan melakukan penggeledahan di kantor Kecamatan Pucuk, Kabupaten Lamongan pada hari Selasa (8/9/2020) atas adanya dugaan tindak pidana korupsi desa Sumberejo, Kecamatan Pucuk.

Hampir kurang labih dua jam tim penyidik melakukan penggeledahan. Dari info yang berhasil dihimpun oleh memojatim pihak penyidik sudah menetapkan dua orang sebagai tersangka yakni, Pj Kades Sumberejo, Bulhar dan Sekertaris Desa (Sekdes) Ahmad Andis atas dugaan korupsi Dana Desa (DD) dan keuangan BUMDes desa Sumberejo sebesar Rp 786 juta.

Tersangka Bulhar selain menjabat sebagai Pj Kades Sumberejo juga menjabat Kasi Ekbang Kecamatan Pucuk.

Kasi Pidsus Kejari Lamongan, Muhammad Subhan menuturkan,  penggeledahan ini sekaligus penyitaan sejumlah berkas dari kantor Kecamatan Pucuk. 

"Benar, penggeledahan terkait dugaan kegiatan penyalahgunaan Dana Desa tahun 2019 dan dana Bumdes Desa Sumberjo. Tim penyidik berhasil mengamankan berkas berkas terkait kegiatan DD tersebut," tutur, Kasi Pidsus M. Subhan.

Pada saat penggeledahan tersebut juga disaksikan oleh Camat Pucuk, Deddy Dian Ali.

Saat disinggung soal berkas apa saja yang berhasil diamankan Kasi Pidsus yang akrab disapa Subhan itu menyatakan, "Banyak, maaf tidak bisa saya uraikan satu satu. Intinya terkait dengan pencairan dan pertanggung jawaban yang berhubungan dengan perkara tersebut dan kami serius menangani kasus ini,"pungkasnya. (si/rief)

Next
This is the most recent post.
Previous
Posting Lama

Posting Komentar