Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : surat pernyataan atas nama Thie Butje Sutedja. (Arief,memojatim)

Sidoarjo-Memo. Adanya pemberitaan dugaan oknum pengacara berinisial ZR tipu Klien sebesar Rp 10 Miliar langsung ditanggapi oleh pihak Kantor Hukum Lulus Suhanto, S. H., & Associates yang beralamatkan di Perumahan Taman Pinang Indah Blok F-VI, No. 15 Sidoarjo selaku kuasa hukum ZR pada hari Selasa (18/8/2020).

Lulus Suhanto menyampaikan, apa yang disampaikan oleh saudara Thie Butje Sutedja melalui sejumlah media itu tidak benar dan berupa asumsi yang menyesatkan.

"Persoalannya tidak seperti yang digambarkan di sejumlah media itu, seolah-olah Klien kami salah. Padahal persoalan ini sudah selesai tahun 2018, karena Klien kami sudah memenuhi kewajibanya kepada Pak Butje,"terang, Lulus Suhanto pada memojatim.

Masih kata Lulus Suhanto, pihaknya sekitar bulan Oktober 2018 telah merampungkan permasalahan ini dengan pihak Thie Butje Sutedja. Bahkan, penyelesaian pengembalian uang dari Klien kami tersebut dengan disertai surat pernyataan dari pihak Butje.

"Dihadapan saya, Pak Butje dengan ihklas membuat pernyataan tertulis dibawah tangan bermatrei juga tertanggal 26/9/2018,"tegasnya.

Dalam pernyataan tersebut menyebutkan bahwa, terkait dana Rp 3.5 Miliar telah diterima pengembaliannya sebesar Rp 2 Miliar dan sisanya sebesar Rp 1.5 Miliar yang akan dikembalikan hanya sebesar Rp 750 juta maka dianggap permasalahan ini telah selesai dengan ditanda tangani oleh Thie Butje Sutedja.

"Kekurangannya dari Rp 1.5 Miliar itu Pak Butje di surat pernyataanya menganggap persoalan ini selesai setelah Klien kami membayar Rp 750 juta yang dibayar secara bertahap oleh Klien kami Rp 250 juta tiga kali,"ungkapnya.

Berita ini sekaligus sebagai hak jawab dari pemberitaan sejumlah media sebelumnya.
Sementara itu di tempat yang sama Pengacara senior, Jadi Agus Ariadi anggota PERADI ini menilai permasalahan ini hanya Miss Komunikasi saja, dimana didalamnya diduga ada ketidak puasan saat pelayanan jasa hukum. 

"Bahwa pelayanan jasa hukum itu tidak bisa para pihak terpuaskan semua, pasti ada pihak yang tidak puas dan itu wajar,"ucap, Jadi Agus Ariadi.

Disinggung soal tindakan tegas atau sanksi bila langgar etika profesi, Agus menambahkan, untuk rekan sejawat, sebagai sesama rekan se- profesi (Advokat) bila menerima info atau kabar yang belum tentu betul kebenarannya alangkah bijaknya info tersebut di klarifikasi terlebih dahulu pada pihak bersangkutan, "Janganlah lantas menilai tanpa ada cernah terlebih dahulu,"pungkasnya. (rief)

Posting Komentar