Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : ilustrasi

Bangkalan-Memo. Sungguh tak patut digugu (tiru) perbuatan seorang Kepala Sekolah TK di Desa Larangan Glintong, Kecamatan Klampis, Kabupaten Bangkalan Jawa Timur ini. Pasalnya, oknum Kepala Sekolah TK yaitu berinisial MS (44) warga Desa Bragang, Kecamatan Klampis ini nekat melakukan perbuatan peleceha seksual terhadap bawahannya seorang guru korban NS (36).

Modus pelaku oknum Kepala Sekolah ini berawal, saat melancarkan aksinya dengan menghubungi korban melalui selulernya untuk menemui diruangannya dengan alasan pekerjaan.

dikutip dari Surya.co.id, Kapolres Bangkalan, AKBP Rama Samtama Putra menjelaskan, merasa tidak curiga korban datang sendirian. Kemudian korban duduk di sofa dan tersangka duduk di dekatnya.

"Melihat tersangka duduk terlalu dekat, korban pun duduk menjauh sekitar satu meter. Namun, tersangka mengejar dan menarik kemeja korban hingga bagian ketiak kanan robek,"terang, Kapolres Bangkalan AKBP Rama Samtama Putra.

Namun, walau mendapat perlawanan dari korban tidak membuat oknum Kepala Sekolah bejat ini menjadi sadar, malah semakin gelap mata seakan pelaku sudah di kuasai oleh nafsu birahi yang memuncak hingga mendorong tubuh korban sampai terjatuh.

Beruntung korban terus berontak hingga dapat meloloskan diri dan bersama sejumlah saksi melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwajib.

Setelah mendapat laporan tersebut, Polres Bangkalan langsung melayangkan surat panggilan yang pertama kepada pelaku, walau sempat mangkir pada panggilan pertama namun oknum Kepala Sekolah Cabul ini akhirnya memenuhi panggilan Polres Bangkalan pada hari Rabu (5/8) malam.

Usai dilakukan pemeriksaan 1x24 jam pelaku MS ditetapkan sebagai tersangka dan dilakukan penahanan.

"Berdasarkan hasil penyelidikan dan penyidikan telah ditemukan dua barang bukti yang cukup untuk menetapkan terlapor (MS) sebagai tersangka,"tegas Kapolres Bangkalan.

Dalam peristiwa ini petugas berhasil mengamankan Barang Bukti (BB) berupa, satu kemeja cokelat bermotif garis dengan robekan di ketiak sebelah kanan dan satu buah ponsel.

Atas perbuatanya Kepala Sekolah (Kapsek) cabul ini dijerat Pasal 289 KUHP tentang perbuatan cabul dengan ancaman kurungan pidana 9 tahun penjara. (si/rif)

Posting Komentar