Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : ilustrasi

Garut-Memo. Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Garut, Sugeng Hariyadi mendadak memerintahkan staf nya untuk menelusuri keberadaan pelaku pencuri HP pada hari Selasa (4/8/2020) malam.

Pasalnya, usai mendengar kisah seorang ayah berinisial AJ (40) warga Cilelang, Desa Jati, Kecamatan Terogong Kaler, Kabupaten Garut Jawa Barat, yang gagal mencuri HP android lantaran kepergok lantas handphone tersebut dikembalikan ke pemiliknya dan meminta maaf.
Kenekatan AJ mencuri HP diketahui karena didorong keinginan agar anaknya bisa ikut belajar secara online.

"Saya memerintahkan Kasi Pidum untuk segera mengganti handphone yang sudah dikembalikan agar si anak bisa belajar secara online,"tutur, Kajari Garut, Sugeng Hariyadi dikutip dari viva.co.id.

Kisah haru tersebut didapat staf Kejari Garut saat AJ menceritakan kalau anaknya selama ini ingin memiliki handphone android untuk keperluan belajar sacara daring.

Keinginan itu timbul dikarenakan selama musim pandemi convid 19 kebijakan pemerintah yang mengharuskan belajar secara daring, tidak harus bertatap muka melainkan belajar secara online.

Kasi Pidum Kejari Garut, Dapot Dariarma mengungkapkan, "Jadi sejak masuk sekolah MTs anaknya belum pernah belajar online, sehingga bapaknya nekad mencuri HP untuk belajar anak. Beruntung si korban tidak melanjutkan proses hukumnya,"ucap, Dapot.

Dapot menambahkan, kondisi perekonomian AJ sebagai buruh serabutan sangat memprihantinkan. Pada kesempatan ini pihaknya juga mensosialisasikan sadar hukum bahwa perbuatan mencuri itu tidak dibenarkan.

"Mudah-mudahan bantuan ini menjadi berkah bagi keluarga AJ,"pungkasnya. (rief)

Posting Komentar