Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : doc, sidang keterangan saksi kasus korupsi pembangunan Wisata Pantai Klayar Pacitan. (Arief,memojatim)

Sidoarjo-Memo. Tiga terdakwa dalam kasus dugaan korupsi pembangunan proyek tempat parkir Wisata Pantai Klayar Pacitan yakni, terdakwa Bayu Damayanto, Fajar Sidik dan Sarno Utomo oleh tim Jaksa Penuntut Umun (JPU) Kejari Pacitan dituntut berbeda.

Surat tuntutan yang disampaikan oleh tim JPU Kejari Pacitan, Didit Agung Nugroho menyebukan bahwa, terdakwa secara sah dan meyakinkan telah melanggar perbuatan melawan hukum melakukan tindak pidana korupsi.

"Menuntut dua terdakwa Bayu Damayanto dan Fajar Sigit masing-masing hukuman pidana selama 4 tahun denda Rp 300 juta subsidair 6 bulan,"ucap JPU Didit Agung Nugroho pada persidangan hari Rabu (8/7/2020) saat dikutip memojatim diruang Candra Pengadilan Tipikor Surabaya.

Sementara, untuk terdakwa Sarno Utomo Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Pacitan saat menyampaikan bahwa, tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersala melakukan tindak pidana korupsi secata bersama-sama sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 UU RI Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan Tipikor sebagaimana diubah dengan UU RI Nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI Nomor 31 tahun 1999, jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHPidana sebagaimana tersebut dalam dakwaan Primair penuntut umum.

"Menyatakan membebaskan terdakwa Sarno Utomo dari dakwaan Primair penuntut umum,"kata, JPU Didit Agung Nugroho.

Masih lanjut JPU, menyatakan tedakwa Sarno Utomo secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secera bersama-sama sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 3 jo Pasal 18 UU RI Nomor 31 tahun 1999 dan diubah dengan UU RI Nomor 20 tahun 2001 UU RI tentang tindak pidana korupsi, jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHPidana sebagai tersebut dalam dakwaan Subsidair penuntut umum.

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Sarno Utomo selama 2 tahun dikurangkan seluruhnya denga masa tahanan yang telah dijalani,"ucap, JPU Didit.

Selain itu juga, terdakwa Sarno Utomo diwajibkan membayar denda  sebesar Rp 200 juta subsidair 6 bulan kurungan.

Sementara, Syahro selaku Penasehat Hukum (PH) terdakwa Sarno Utomo saat ditemui usai persidangan menyampaikan, itu merupakan hak JPU yang mempunyai porsi sendiri dalam penegakan mencari kebenaran hukum.

"Kalau itukan masalah material ya, kalau formalnya semuanya sudah terbukti dan  semua menurut fersinya pengacara negara (JPU) apa yang disampaikan semua sudah dikembalikan semua,"ujar, Syahro.

Syahro menilai, atas tuntutan tersebut pihaknya akan melakukan pledoi, karena adanya dua pemeriksaan terkait adanya kerugian negera.

Seperti diberitakan sebelumnya, tiga terdakwa ini dijebloskan ke tahanan setelah pihak penyidik Kejaksaan Negeri mencium bau penyelewengan terkait pekerjaan proyek pembangunan tempat lahan parkir obyek wisata Pantai Klayar yang berada di Desa Sendang, Kecamatan Donorejo Kabupaten Pacitan Jawa Timur tahun 2018 senilai Rp 1 miliar.

Sehingga menetapkan Bayu Damayanto, Fajar Sigit sebagai rekanan pihak swasta dan Sarno Utomo sebagai PPKom menjadi terdakwa atas perkara yang merugikan keuangan negara senilai Rp 190 juta. Atas perbuatannya Pasal 2 ayat (1) juncto Pasal 3 juncto Pasal 55 Undang-Undang Tipikor RI. (rief)

Posting Komentar