Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : 6 saksi saat memberikan keterangan diruang sidang Pengadilan Tipikor Surabaya. (Arief,memojatim)

Sidaorjo-Memo. Tiga terdakwa yakni,
Kepala Dinas PU BMSDA Sunarti Setyaningsih, Kabid Bina Marga Dinas PU BMSDA Judi Tetrahastoto, serta Kabag ULP Sanadjihitu Sangadji, ketiganya adalah mantan pejabat di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo yang menjadi terdakwa dalam kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) terkait proyek infrastruktur di Sidoarjo kembali disidangkan di Pengadilan Negeri Tipikor Surabaya dijalan raya Juanda, Sedati Sidoarjo.

Persidangan dengan agenda saksi tersebut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi menghadirkan 6 orang saksi terdiri dari 3 Kelopok Kerja (Pokja) di Dinas Pengadaan Barang dan Jasa Pemkab Sidoarjo, Fuad Abdilah, Dwi Santoso, Heri Purwanto dan 3 saksi dari pihak swasta, Iwan, Priyanto/Ento dan Dedi.

Dalam keterangan saksi mengungkapkan ada aliran uang suap terkait proyek pembangunan Wisma Atlit itu dengan istilah uang lelah. Hal itu disampaikan oleh saksi Fuad Abdilah dihadapan Majelis Hakim Cokorda Gede Arthana selaku Hakim Ketua serta Lufsiana dan Mochamad Mahin selaku dua Hakim Anggota.

"Saya dikasih uang lelah Rp 16 juta dibagi dua sama Pak Sudarsono dan diajak ngobrol sama Pak Sangadji,"terang saksi Fuad Abdilah dalam persidangan saat dikutip memojatim.

Fuad berdalih, bahwa uang yang diterima dari terdakwa Sangadji itu buat tahun baruan.

Mendengar keterangan itu, Jaksa KPK Dody Sukmono mempertanyakan pembagian uang panas itu.

"Kok yang dikasih cuman dua, yang satu (Purwanto) kok gak dikasih?,"tanyak Jaksa Dody Sukmono pada saksi Fuad dan dijawab Purwanto akan dikasih sendiri.

Seperti diketahui, masing-masing anggota Pokja Candi-Prasung menerima uang Rp 30 juta. Dan sisanya Rp 10 juta rencananya dipakai makan-makan bersama. Hal itu sudah berulang kali dan diakui oleh para pegawai di ULP Pemkab Sidoarjo.

Dalam kasus ini, Bupati Sidoarjo nonaktif Saiful Ilah dan Kepala Dinas PU BMSDA Sunarti Setyaningsih, Kabid Bina Marga Dinas PU BMSDA Judi Tetrahastoto, serta Kabag ULP Sanadjihitu Sangadji didakwa pasal yang sama berkas terpisah (splising).

Yakni, Pasal 12 huruf b UU Tipikor jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP dan Pasal 11 UU Tipikor jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Saiful Ilah disebut menerima Rp 550 juta, Sunarti menerima Rp 227 juta, Judi Tetra menerima Rp 350 juta, dan Sangadji menerima Rp 330 juta dari Ibnu Gofur dan Totok Sumedi. (rief)

Posting Komentar