Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : suasana sidang hanya dihadiri tim JPU dan Mejelis Hakim Tipikor. (Arief,memojatim)

Sidoarjo-Memo. Sidang perkara kasus dugaan penyimpangan dana hibah KPU Pemkab Lamongan di Pilkada serentak tahun 2015 atas terdakwa Irwan Setyadi pada hari Rabu (8/7/2020) kembali digelar diruang Candra Pengadilan Negeri Tipikor Surabaya.

Namun, sidang dengan agenda Pledoi dari terdakwa tersebut berjalan singkat karena tidak dihadiri oleh tim Penasehat (PH) Terdakwa, yang pada sidang sebelumnya PH terdakwa Irwan Setyadi meminta Pledoi dibaca secara lisan.

"Intinya terdakwa mengakui kesalahannya dan meminta Keringanan kepada Majelis atas Tuntutan JPU mengingat yang besangkutan  merupakan tulang punggung keluarga yang harus menghidupi Ibu (ortunya), anak dan Istrinya,"terang, tim JPU saat dikonfirmasi oleh memojatim usai persidangan.

Menanggapi Pledoi tersebut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Lamongan menanggapi, tetap pada tuntutan.

"Kami tetap pada tuntutan,"ucap, tim JPU Kejari Lamongan.

Selanjutnya, Cokorda Gede Arthana selaku Hakim Ketua serta dua Hakim Anggota Jhon Dista dan Mochamad Mahin mengetuk palu tiga kali sambil menyampaikan, "Untuk agenda persidangan berikutnya adalah Putusan," tutupnya.

Diketahui pada sidang sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Lamongan menuntut terdakwa Irwan Setyadi terbukti bersalah secara meyakinkan melawan hukum dengan melakukan tindak pidana korupsi dan melanggar Pasal  2 ayat (1) jo, Pasal 18 ayat (1) UU RI Nomor 31 tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi sebagaimana diubah dengan UU RI Nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, jo Pasal 64 ayat (1) KUHPidana.

"Menuntut terdakwa Irwan Setyadi hukuman pidana selama 2 tahun denda Rp 50 juta subsider 1 bulan,"tegas, JPU Kejari Lamongan, Ali Prakoso pada sidang pembacaan tuntutan sebelumnya. (rief)

Posting Komentar