Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : suasana sidang terdakwa Halili dan Dwi Cahya melalui teleconfrece di Pengadilan Tipikor Surabaya. (Arief,memojatim)

Sidoarjo-Memo. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Sampang menghadirkan 10 orang saksi pada sidang kasus dugaan korupsi robohnya Ruang Kelas Baru (RKB) SDN Samaran II Tambelangan Sampang Jawa Timur pada hari Kamis (2/7/2020) diruang Candra Pengadilan Negeri Tipikor Surabaya di jalan raya Juanda Sedati Sidoarjo.

Dalam persidangan yang diketuai oleh Dede Suryaman selaku Hakim Ketua serta Jhon Dista dan Bagus Handaka selaku dua Hakim Anggota, tim penuntut umum pada saksi mempertanyakan soal seputaran proses penunjukan pelaksanaan proyek pembangunan RKB SDN Samaran II Tambelangan.

"Mestinya harus ada penawaran lain terhadap kegiatan itu,"tanyak, Jaksa Penuntut Umum Kejari Sampang Munawir pada saksi Sri Warsono selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPKom) di Dinas Pengadaan Jasa dan Barang Pemkab Sampang dalam persidangan saat dikutip memojatim.

"Itu penunjukan langsung pak,"jawab saksi Sri Warsono dengan nada suara pelan.

Pasalnya, dipersidangan terungkap bahwa, pekerjaan proyek pembangunan RKB SDN Samaran II Tambelangan Sampang tidak dilakukan secara benar tanpa melalui tander.

"Sauadara seharusnya sebagai pengandaan barang dan jasa harus ada penawaran yang lain,"tegas, JPU Munawir.

Bukan hanya JPU, Majelis Hakim pun juga mencium aroma busuk dalam proyek pembangunan RKB SDN Samaran II Sampang yang ambruk pada tanggal 17 Januari 2020 lalu itu. Sehingga Hakim Ketua Dede Suryaman mempertanyakan berapa jumlah Campeny Profile yang masuk pada dinas pengadaan setiap tahunnya.

"Kamu ada sembunyikan sesuatu, iya toh. Tidak segan-segan kita perintahkan setatus kamu, iya toh paham kamu,"tegas Hakim Ketua Dede Suryaman.

Ditemui usai persidangan Kasi Pidsus Kejari Sampang, Edi Sutomo menyampaikan, saksi yang kami hadirkan dari unsur Dinas Pengadaan Barang dan Jasa dan sebagian dari pihak swasta.

"Dalam perkara ini kerugian negara sekitar Rp115 juta,"tutur, Kasi Pidsus Edi Sutomo.

Diketahui, perkara atas dua terdakwa yakni Halili dan Dwi Cahya produk hukum Polres Sampang yang diduga melakukan tindak pidana korupsi atas ambruknya RKB SDN Samaran II Tambalangan Sampang. (rief) 

Posting Komentar