Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : dua saksi Achmad Zaini dan Novianto saat disumpah sebelum memberikan kesaksian di Pengadilan Tipikor Surabaya. (Arief,memojatim)

Sidoarjo-Memo. Sidang perkara kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) Bupati Sidoarjo non aktif Saiful Ilah terkait sejumlah proyek infrastruktur di Sidoarjo kembali digelar diruang Candra Pengadilan Negeri Tipikor Surabaya pada hari Rabu (8/7/2020).

Sidang yang diketuai oleh Cokorda Gede Arthana selaku Hakim Ketua serta dua Hakim Anggota Lufsiana dan Mochamad Mahin mendapat fakta baru. Pasalnya, pada sidang keterangan saksi terungkap Bupati Sidoarjo non aktif Saiful Ilah pada tahun 2018 mendapatkan hadiah berupa dua emas batangan seberat masing-masing 25 gram saat ulang tahunnya. 

Hal tersebut diungkap oleh saksi Sekertaris Daerah (Sekda) Pemkab Sidoarjo, Achmad Zaini  saat memberikan kesaksian. Bahkan, pemberian hadiah itu sudah menjadi tradisi sebagai taliasih dari Organisasi Pimpinan Daerah (OPD) dilingkungan Pemkab Sidoarjo yang didapat melalui urunan.

"Dari para kepala dinas dan kabag. Mereka urunan kemudian diberikan hadiah, saya yang menyerahkan ke Pak Bupati ketika acara digelar di halaman belakang Pendopo Sidoarjo,"terang, saksi Achmad Zaini dihadapan majelis saat dikutip memojatim.

Achmad Zaini juga menyatakan bahwa, "Itu sukarela, dananya dari urunan para kepala dinas dan yang mengordinir Bu Witarsih (asisten sekda), Bu Yani (sudah pensiun), dan Bu Feni (kepala Disnaker). Saya hanya bertugas menyerahkan saja," ucap, saksi Achmad Zaini.

Pernyataan saksi tersebut, dipertegas oleh Jaksa Penuntut Umum KPK, Arif Suhermanto, "apakah setiap tahun ada ulang tahun seperti itu,"tanyak, JPU Arif Suhermanto pada saksi Achmad Zaini dan dijawab, iya.

Bukan hanya tim JPU, Majelis Hakim juga menyoalkan pemberian hadiah ulang tahun tersebut.

"Sebagai Sekda apakah tahu bahwa pemberian hadiah semacam itu merupakan pelanggaran,"tanyak, Hakim Ketua Cokorda Gede Arthana pada saksi Achmad Zaini.

Ironisnya, saksi Sekda Achmad Zaini menjawab bahwa, dirinya mengerti kalau pemberian hadiah itu suatu hal yang terlarang namun dilakukan dengan harapan pak Bupati melaporkan ke KPK.

"Tahu Pak Hakim. Kami memberikan hadiah itu dengan harapan Pak bupati melaporkan ke KPK setelah menerimanya," jawab saksi.

Jawaban Sekda tersebut sontak membuat pengunjung diruang sidang yang melihat secara langsung jalannya persidangan terbuka untuk umum itu tertawa.

Dalam persidangan selain saksi Sekda, Achmad Zaini juga ada saksi Ajudan Bupati, Novianto.

Kedua saksi ini oleh Jaksa KPK dicecar pertanyaan soal keterkaitan Saiful Ilah dengan Ibnu Gofur dan Totok Sumedi terdakwa lain berkas terpisah (sudah divonis). 

Tim JPU juga memutar sampai beberapa kali rekaman percakapan antara terdakwa Saiful Ilah dengan Ibnu Gofur serta chat WhatsApp antara Sekda Achamad Zaini dengan Kabag ULP Sanajihitu Sangaji dan percakapan lainnya. (rief) 


Posting Komentar