Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : doc saat sidang keterangan saksi, terdakwa Dadang Wahyu Kusworo. (Arief,memojatim)

Sidoarjo-Memo. Terdakwa korupsi dana Bantuan Sosial (Bansos) Provinsi Jawa Timur tahun anggaran 2017 Dadang Wahyu Kusworo warga Dusun Kedungsikil, Desa Karangrejo Kecamatan Boyolangu Kabupaten Tulungagung diganjar hukuman pidana 1 tahun dan 6 bulan oleh Pengadilan Negeri Tipikor Surabaya pada hari Kamis (16/7/2020).

Sidang yang digelar diruang Candra Pengadilan Tipikor Surabaya tersebut diketuai oleh Dede Suryaman selaku Hakim Ketua serta dua Hakim Anggota Jhon Dista dan Mochamad Mahin membacakan surat putusan secara bergantian menyebutkan bahwa, terdakwa Dadang Wahyu Kusworo terbukti beralah secara sah dan meyakinkan melakukan perbuatan melanggar hukum dengan melakukan tindak pidana korupsi.

"Menghukum pidana selama 1 tahun dan 6 bulan denda sebesar Rp 50 juta subsidair 1 bulan,"ucap Hakim Ketua Dede Suryaman saat membacakan putusan dikutip memojatim.

Atas putusan majelis itu terdakwa Dadang Wahyu Kusworo menyatakan menerima. Sedangkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Tulungagung, Sutan Takdir menanggapi putusan tersebut menyampaikan, "pikir-pikir yang mulia"singkat, Kasi Pidsus Kejari Tulungagung, Sutan Takdir yang juga bertindak selaku JPU tersebut.

Sebelumnya, terdakwa Dadang Wahyu Kusworo selaku Ketua Pokmas (kelompok masyarakat) Tentrem di tahan atas dugaan korupsi dana bansos pembelian sapi pada tahun 2017 yang bersumber dari APBD Provinsi Jawa Timur sebesar Rp100 juta.

JPU Kejaksaan Negeri Tulungagung menjerat terdakwa dengan pasal 2 ayat 1 dan atau pasal 3 dan atau pasal 9 UURI Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU nomor 31 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi. 

Perbuatan terdakwa dianggap telah merugian keuangan negara sebesar Rp 100 juta berdasarkan hasil audit dari Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Jatim. (rief)

Posting Komentar