Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : tim Penasehat Hukum Priwowati saat konfrensi pers dikantornya. (Marsuk,memojatim)

Surabaya-Memo. Menjadi anak keturunan seorang kolongmerat adalah suatu impian bagi banyak orang dengan harapan bisa hidup mapan dan lebih terjamin. Mungkin hal itu juga yang ada dibenak Edy Suswanto (38) dan Nunung Sudarsih (58). Sehingga, Edy Suswanto nekat mengaku sebagai anak kandung dari Pasangan Suami Istri (Pasutri) kolongmerat yakni, Gusti Haryono (alm) dan Suyati (alm).

Kenekatan Edy Suswanto untuk menjadi anak keturunan Gusti Haryono tersebut diduga dengan memalsukan sejumlah dokumen akte otentik untuk bisa menguasai dan menjual aset milik Gusti Haryono dan Suyati (alm).

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Sahlan Azwar selaku Penasehat Hukum (PH) Priwowati sebagai ahli waris dari Gusti Haryono dan Suyati pada hari Rabu (15/7/2020) dikantornya di jalan Gayungsari Barat X/27 Surabaya.

Mewakili klainnya, Sahlan Azwar menyampaikan bahwa, Edy Suswato setatusnya adalah anak angkat yang mengaku sebagai anak kandung dari pasangan Gusti Haryono dan Suyati.

Lantas selanjutnya masih kata Sahlan, Edy Suswanto pada tahun 2018 menjual aset berupa rumah di Citraland Surabaya yang didapat dari (alm) Gusti Haryono dan Suyati. Atas dasar itu pihaknya melaporkan Edy Suswanto ke Polda Jatim dengan tanda bukti lapor nomor : TBL/ 1263/ X/ 2018/ UM/ JATIM.

"Pada tahun 2018 klien saya melaporkan perkara pasal 277 penggelapan asal usul. Dimana Edy Suswanto adalah anak angkat dari Almarhum Gusti Haryono dan Almarhumah Suyati yang mengaku sebagai anak kandung, padahal beliaunya adalah anak angkat,"terang, Sahlan Azwar saat dikutip memojatim.


"Setelah itu Polda Jatim pada tanggal 16 Mei 2020 menetapkan Edy Suswanto sebagai tersangka, dan ditahan di Polda Jatim. Setelah itu Edy Suswanto melakukan pra peradilan akan tetapi pra peradilan tersebut ditolak dan tersangka dilanjutkan," ungkapnya.

Sahlan juga menjelaskan bahwa, berkas Edy Suswanto saat ini telah dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim. Dan pasal awal 277 telah diganti dengan pasal 266, serta berkas telah diperiksa dan diberi P-19 yang menyatakan ada beberapa dokumen yang harus dilampirkan penyidik agar berkas tersebut bisa dinyatakan P-21.

Masih kata Sahlan Azwar, "sebelumnya, ketika Almarhum Gusti Hartono dan Almarhumah Suyati meninggal dunia, beliau (Edy Suswanto) mengurus data-data dan surat-surat pribadi yang menyatakan bahwasanya beliau adalah anak kandung. Atas dasar tersebut, kita sudah melaporkan ke Polres Gresik di tahun 2015. Dan beliau telah ditetapkan sebagai tersangka dan telah divonis selama 6 bulan,"ungkapnya.

Atas peristiwa yang menimpa klainnya tersebut dan proses hukum yang sedang berjalan, Sahlan Azwar berharap, 
Pertama adalah Edy Suswanto segera diadili agar ahli waris sebagai pelapor mendapat keadilan. Kedua, penegakan hukum di Indonesia harus dijalankan seadil-adilnya, dan ahli waris mendapatkan keadilan dan kepastian hukum. 

Ketiga, ahli waris menginginkan seluruh harta yang diambil alih oleh Edy yang diakui dengan cara yang tidak benar, dengan nilai aset lebih kurang Rp 100 Milyar tersebar dibeberapa tempat dikembalikan ke ahli waris.

Keempat, Polda Jatim segera menuntaskan P-19 nya, dan Kejati segera menetapkan P-21 agar segera disidangkan, dan ahli waris mendapatkan keadilan, dan berharap Pengadilan Negeri Surabaya menvonis Edy dengan seadil-adilnya.

Dalam perkara yang dilaporkan ini, pelapor merasa dirugikan sebesar Rp 3,5 Milyar estimasi nilai  jual rumah di Citraland yang dijual Edy Suswanto. Dan diluar itu, Sahlan mewakili kliennya meminta sertifikat sebanyak 34 serifikat yang asetnya tersebar di Lombok, Gresik, Lamongan, dan Surabaya dan beberapa barang lain jika ditaksir sebesar Rp 100 Milyar dikembalikan Edy ke Ahli waris. (ms/rief)


Posting Komentar