Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : sekelompok Mapekat saat mendatangi kantor Kanwil Bea dan Cukai I Jatim. (Nurul,memojatim)

Sidoarjo-Memo. Sekelompok orang yang mengaku dari Masyarakat Peduli Kesejahteraan dan Transparasi (Mapekat) pada hari Rabu (2/7/2020) mendatangi Kantor Wilayah (Kanwil) Bea dan Cukai I Jatim di jalan raya Juanda Sedati, Sidoarjo.

Setibanya didepan kantor Kanwil Bea dan Cukai I Jatim Mapekat langsung menggelar aksinya dengan membawa pamflet bertuliskan "Bu Sri Mulyani Buka Mata Bu Anak Buahmu Gak Becus di Jatim, Persekongkolan Jahat Terbentang di Kementerian Keuangan, Importir Triliunan Rp Domisili Bodong'.

Wiwin selaku Kordinator Lapangan (Korlap) dalam menyampaikan aksinya menyatakan, puluhan importir berdomisili tidak jelas alias bodong.

Selain itu para pendemo ini juga menuntut agar Kanwil Bea Cukai I Jatim segera menindak tegas para importir yang menggunakan identitas perusahaan tidak jelas dan memberikan sanksi sesuai tingkat pelanggarannya.

"Kalau importir tidak memiliki alamat yang jelas alias bodong bagaimana cara untuk membayar pajaknya,"ujar Wiwin saat menyampaikan orasinya didepan kantor Kanwil Bea Cukai I Jatim daat dikutip memojatim.

Masih lanjutnya, perbuatan importir ini patut diduga untuk menghindari pajak.
Dari 12 importir yang bodong itu, 3 nama importir sudah disampaikan secara resmi ke Kanwil Bea dan Cukai Jatim  beberapa minggu lalu. Namun, pihak Bea Cukai tidak ada respons dan belum berani memberikan sanksi.

"Setiap kegiatan perusahan importir wajib dilaporkan ke kantor pajak, agar perusahan importir yang bergerak di bidang ekspor dan impor harus mematuhi aturan kepabeanan,"ucapnya.

Selang beberapa saat kemudian dilakukan mediasi, namun pendemo tidak dapat bertemu dengan Kakanwil dan mengancam akan menggelar demo lebih besar lagi.

"Kami besok akan mendatangkan massa lebih banyak kalau perlu kami blokir jalan ini," terangnya.

Sementara, Humas Kanwil Bea Cukai I Jatim, Moch Yatim menyampaikan, sangat menghargai apa yang menjadi aspirasi warga atas controlling warga.

Tapi Moch Yatim menjelaskan bahwa, tuntutan pendemo terlambat karena importir yang dimaksud sudah di blokir sejak tahun 2016 silam.

"Tuntutan ini sudah terlambat karena PT yang dituntut sejak tahun 2016 sudah diblokir,"pungkasnya.

Sampai gelar aksi itu berakhir berjalan tertip dan kondusif. (nr/rief)

Posting Komentar