Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : Wabup Sidoarjo, Nur Ahmad Syaifuddin bersama Camat Tanggulangin, Sabino Mariano saat launching BUMDes Delta Mandiri. (Arief,memojatim)

Sidoarjo-Memo. Geliat semangat membangun terus dilakukan oleh masyarakat Desa Ketapang, Kecamatan Tanggulangin Kabupaten Sidoarjo. Walau sebagian penduduknya sudah berpindah tempat karena terdampak luapan lumpur lapindo saat itu, namun tidak menyurutkan tekat warga Desa Ketapang yang dihuni sekitar 1. 500 jiwa untuk membangun prekonomian desa.

Semangat gotong royong warga setempat bersama Pemerintah Desa (Pemdes) Desa Ketapang dengan membentuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Delta Mandiri. Dalam peresmian BUMDes Delta Mandiri Desa Ketapang tersebut di launching langsung oleh Wakil Bupati (Wabup) Sidoarjo, Nur Ahmad Syaifuddin didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kab Sidoarjo, Mohammad Ainur Rahman, Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa : Probo Agus Sunarno dan Camat Tanggulangin, Sabino Mariano pada hari Sabtu (27/6/2020).

Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Ketapang, Kecamatan Tanggulangin itu adalah Wisata Pancing yang terdapat tiga kolam pancing di atas lahan seluas 2 hektar lebih tersebut.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Sidoarjo, Nur Ahmad Syaifuddin sangat mengapresiasi semangat gotong royong yang dimiliki masyarakat Desa Ketapang ditengah masa wabah pandemi.

"Saya acungi jempol untuk masyarakat Ketapang masih bisa me launching BUMDes dikala Covid-19,"tutur, Wakil Bupati Sidoarjo, Nur Ahmad Syaifuddin saat dikutip memojatim.

Masih kata pria yang akrab disapa Cak Nur, pembentukan BUMDes merupakan langkah tepat. Menurutnya, kemandirian desa harus diciptakan dengan begitu ekonomi masyarakatnya akan kuat. 

"Apabila desa dapat mandiri, makmur dan dapat memanage potensinya dengan baik maka negara akan menjadi kuat, jadi negara itu akan kuat apabila ditopang oleh pemerintahan provinsi yang kuat, kabupaten yang kuat lalu kecamatan dan desa yang kuat khususnya Desa Ketapang Tanggulangin ini,"papar, Cak Nur.

Masih lanjut Cak Nur, membesarkan usaha harus dimulai dari masyarakat itu sendiri. Masyarakatnya harus guyup.  Solidaritas dan gotong royong harus tampak. Disamping itu desa harus bisa memanage  dengan baik. Pengelolaannya harus profesional. Berbagai masukan masyarakat harus didengarkan, yang terbaik untuk masyarakat harus dilakukan. Dengan Begitu dirinya yakin usaha tersebut akan berjalan dengan baik.

Sementara Camat Tanggulangin, Sabino Mariano menambahkan bahwa, BUMDes Delta Mandiri murni dibentuk dari prakarsa masyarakat Desa Ketapang. 

Secara swadaya, masyarakat berhasil 
mengumpulkan modal sebesar Rp. 1,7 milyar. Kemudian ditahun 2019 ada penyertaan modal dari Pemerintah Desa Ketapang kurang lebih sebesar Rp. 600 juta. 

"Tahun 2020 ini, Pemdes Ketapang menambah modal sebesar Rp. 100 juta.  Sehingga total investasi yang telah berjalan kepada BUMDes Delta Mandiri sebesar Rp. 2,4 milyar,"terang, Camat Tanggulangin, Sabino Mariano.

Sabino berharap, kedepan BUMDes Delta Mandiri dapat terus dibangun secara gotong royong oleh masyarakat Desa Ketapang baik penduduk yang masih menempati desanya maupun yang sudah pindah. 

"Masyarakat yang saat ini masih disini kurang lebih sekitar 1.500 sekian jiwa dan masih ber KTP di Ketapang dan sebagaian sudah ada diluar tetapi semangat dan jiwanya masih sama-sama untuk membangun Desa Ketapang,"terangnya.

Semangat gotong royong ini patut menjadi suri tauladan bagi desa lainnya di wilayah Kecamatan Tanggulangin untuk tercapainya menuju desa yang mandiri. Desa yang memiliki semangat membangun potensi yang memberikan dampak positif kepada masyarakatnya.

"Mudah-mudahan kedepan semangat bapak ibu ini tetap sama dan kita yang di pemerintahan ini akan membantu dan mendesain,"harapnya. 
 
Semoga kedepan akan ada usaha-usaha lainnya selain wisata pemancingan, serta nantinya masyarakat Desa Ketapang juga akan membangun desanya menjadi desa yang tangguh. (rief)

Posting Komentar