Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : sidang dakwaan kasus Pungli Camat Porong di Pengdilan Tipikor Surabaya. (Arief,memojatim)

Sidoarjo-Memo. Sidang pembacaan dakwaan atas terdakwa Camat Porong non aktif, Murtadho digelar diruang Candra Pengadilan Negeri Tipikor Surabaya di jalan raya Juanda, Sedati Sidoarjo. Surat dakwaan yang dibaca secara bergantian oleh tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Sidoarjo pada hari Kamis (4/6/2020).

Dalam surat dakwaan diungkapkan terdakwa Murtadho dinilai bersalah melakukan perbuatan melanggar hukum dengan melakukan tindak pidana korupsi melanggar Pasal 12 huruf e juncto Pasal 12a Undang - Undang RI No 20 tahun 2001 tentang pembiayaan dengan potongan atau yang menguntungkan bagi dirinya sendiri.

"Mengenakan pidana Pasal 11 juncto  Pasal 12a Undang-Undang RI No. 20 tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi,"ucap, JPU Kejari Sidoarjo saat membacakan surat dakwaan dalam persidangan dikutip memojatim.

Selanjutnya, Hakim Ketua Dede Suryaman menanyai tanggapan pada terdakwa atas surat dakwaan yang telah dibaca tim penuntut umum. Atas dakwaan tersebut terdakwa tidak mengajukan esepsi pada sidang berikutnya yang akan digelar kembali pada pekan depan.

"Sidang saksi kami lanjut kembali pada Kamis tanggal 11 ya,"terang, Hakim Ketua Dede Suryaman sambil menutup persidangan.

Diketahui, perkara kasus Pungutan Liar (Pungli) ini adalah produk hukum Polresta Sidoarjo pada hari Rabu (8/1/2020) lalu, mengamankan terdakwa Camat Porong, Murtadho beserta Barang Bukti (BB) amplop berisi sejumlah uang diduga hasil Pungli sebesar Rp 2 juta terhadap Heri seorang Kaor Kesra Desa Siring.

Permintaan uang tersebut berhubungan dengan kewenangan serta jabatan terdakwa selaku Camat Porong agar bersedia menandatangani surat perintah pemindah bukuan ke masing-masing rekening honorer Kaor Kesra. (rief) 

Posting Komentar