Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : 11 saksi saat memberikan keterangan di Pengadilan Tipikor Surabaya. (Arief,memojatim)

Sidoarjo-Memo. Mantan Kepala Desa (Kades) Ngrambe, Kecamatan Ngrambe Kabupaten Ngawi Jawa Timur, Rusbandi kembali menjalani persidangan atas dugaan tindak pidana korupsi Dana Desa (DD) tahun 2018 hingga dinilai merugikan keuangan negara sebesar Rp 379 juta.

Sidang kali ini, tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Ngawi menghadirkan 11 orang saksi yang terdiri dari perangkat desa dan pejabat kecamatan.

Dalam persidangan penuntut umum kepada saksi mempertanyakan tentang sepengetahuan saksi terkait jabatan dan  proses pengambilan serta peruntukan uang yang bersumber dari dana desa tersebut. Eronisnya, hampir semua keterangan saksi memberatkan terdakwa, bahwa dalam pembangunan infrastrutur memang terdapat pengurangan volume.

"Kalau LPJ nya itu sesuai, tapi faktanya di lapangan ada kekurangan volume,"terang, saksi dari pihak kecamatan dalam persidangan saat dikutip memojatim hari Selasa (16/6/2020) sidang yang digelar diruang Candra Pengadilan Negeri Tipikor Surabaya.

Selain itu, saksi yang lain juga mengungkapkan bahwa saat ditemukan tindak pidana korupsi itu pihak pemerintah kecamatan mengaku telah melakukan teguran terhadap terdakwa, namun tetap bandel dan tak menggubris teguran tersebut.

"Diwilayah saya itu ada empat Kades yang seperti itu tapi bisa selesai semua, tapi ini tidak,"cetus, saksi (Camat Ngrambe) dalan persidangan.

Diketahui pada sidang sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Ngawi, Kurniawan Andy Nugroho menuturkan, bahwa terdakwa dijadikan terdakwa karena dinilai telah melakukan pidana korupsi dana desa. Seharusnya dana tersebut diperuntukan untuk 
pembangunan insfrastruktur dan honor bagi guru ngaji. Namun, terdakwa justru tidak merealisasikan pembangunan infrastruktur berupa jalan paving tersebu, begitu juga honor yang harus diberikan kepada guru ngaji.

"Semuanya tidak pernah direalisasikan atau fiktif, dan uangnya digunakan untuk kepentingan pribadi," terang, Kurniawan Andy Nugroho.

Atas perbuatannya terdakwa didakwa melanggar sebagaimana diatur dan diancam dalam pasal 2 ayat 1, Jo Pasal 18 Undang-undang tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan atau Pasal 3 Jo Pasal 18 Undang-undang tentang Pemberantasan Tindak Pidan Korupsi. (rief)

Posting Komentar