Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : Kasi Intelejen Kejari Sidoarjo, Idham Kholid (istimewa)

Sidoarjo-Memo. Merasa namanya dibawa-bawa dan dicatut dalam kasus suap Bupati Sidoarjo non aktif Saiful Ilah, Kasi Intel Kajari Sidoarjo Idham Kholid angkat bicara dan menanggapi dengan santai. Walau sebelumnya sempat mau audensi dengan media ini tidak bisa karena berhalangan.

Kasi Intel Kejari Sidoarjo, Idham Kholid menegaskan bahwa dirinya sebenarnya enggan menanggapinya tentang namanya yang disebut-sebut dalam kasus itu.

"Kami punya etika tidak boleh mengomentari persidangan biarlah Hakim dan JPU yang menilai,"tutur, Kasi Intel Kejari Sidoarjo, Idham Kholid melalui pesan WhatsApp nya pada memojatim hari Kamis (7/5/2020).

Sebelumnya, Kasi Intelejen Idham Kholid juga telah mengklarifikasi melalui sejumlah media prihal namanya yang dicatut oleh terdakwa pemohon JC terkait tuduhan yang dilayangkan padanya. 

"Sebenarnya saya malas menanggapi itu, berhubung sudah mencatut nama saya dan perbuatan yang tidak pernah saya lakukan maupun saya minta, maka saya secara tegas membantah tuduhan itu, saya siap jika harus dikonfrontir dengan Ibnu Gofur maupun tersangka Sunarti Kadis PUBM SDA oleh KPK," kata Idham dikutip dari media timeseindonesia.co.id

Diketahui, dengan ditayangkannya berita ini sekaligus sebagai bentuk klarifikasi dari pemberitaan memojatim sebelumnya dengan title (judul) 'Sidang Bos Kontraktor Penyuap Eks Bupati Sidoarjo, Ajukan Justice Collaborator Bongkar Pihak Penerima Aliran Dana' tayang pada hari Senin (27/4/2020) dan "Kasus Suap Bupati Sidoarjo Non Aktif Saiful Ilah, KPK Dalami Peran Penerima Aliran Uang, tayang pada hari Kamis (7/5/2020). (rief)

Posting Komentar