Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : suasana sidang pembacaan putusan di Pengadilan Tipikor Surabaya. (Arief,memojatim)

Sidoarjo-Memo. Pengadilan Negeri Tipikor Surabaya dijalan raya Juanda, Sedati, Sidoarjo selaku yang memeriksa dan mengadili menjatuhkan hukuman penjara terhadap dua terdakwa bos kontraktor pemberi suap Bupati Sidoarjo non aktif Saiful Ilah, selama 1 tahun 8 bulan pada sidang yang digelar hari Jumat (29/5/2020) diruang Candra.

Pembacaan surat putusan atas dua terdakwa yakni, Ibnu Gofur dan Totok Sumedi dilaksanakan dan dibaca secara bergantian oleh Majelis Hakim Rochmad selaku Hakim Ketua serta dua Hakim Anggota Lufsiana dan Adriano.

Pada pembacaan amar putusannya Majelis Hakim menjatuhkan vonis bersalah terhadap Ibnu Gofur dan Totok Sumedi. Dua bos kontraktor ini dinilai terbukti melakukan suap ke Bupati Sidoarjo non aktif, Saiful Ilah untuk mendapatkan sejumlah proyek pembangunan infrastruktur di wilayah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo.

"Mengadili menghukum terdakwa Ibnu Gofur dengan pidana penjara selama satu tahun dan delapan bulan penjara, dikurangkan dengan masa penahanan yang telah dijalani,"ucap, Hakim Ketua Rochmad saat dikutip memojatim.

Selain itu, masih lanjut Hakim Ketua Rochmad menambahkan, terdakwa Ibnu Gofur diwajibkan membayar denda sebesar Rp 100 juta subsidair 3 bulan serta membayar biaya perkara Rp 7.500 rupiah.

"Mebebankan biaya perkara pada terdakwa sebesar Tujuh Ribu Lima Ratus Rupiah,"tegasnya.

Putusan yang sama juga dijatuhkan kepada terdakwa Totok Sumedi. 
Perbuatan kedua terdakwa dianggap bertentangan dengan Pasal 5 ayat (1) huruf b  Undang-Undang Tipikor, juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1. 

Atas putusan tersebut kedua terdakwa dan Jaksa KPK menyatakan pikir-pikir.

Usai persidang saat dikonfirmasi Jaksa KPK, Arif Suhermanto mengaku masih akan melaporkan putusan ini ke pimpinan KPK. Ia menyebut, putusan majelis hakim telah mengakomodir surat dakwahnya dengan menyatakan kedua terdakwa terbukti bersalah.

"Jadi apa yang kami dakwakan sudah diakomodir oleh majelis hakim,"pungkasnya.

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, bahwa vonis terhadap dua terdakwa penyuap Saiful Ilah dan beberapa pejabat di Pemkab Sidoarjo ini  terbilang lebih ringan dibanding tuntutan jaksa KPK yang menuntut Ibnu Gofur dan Totok Sumedi dengan hukuman penjara selama 2 tahun 6 bulan denda Rp 200 juta.

Keduanya merupakan terdakwa kasus penyuap Bupati Saiful Ilah dan beberapa pejabat di lingkungan Pemkab Sidoarjo, terkait sejumlah proyek di Kota Delta.

Mereka dianggap terbukti memberikan uang suap secara bertahap hingga Rp 1,675 miliar sejak bulan Agustus 2019 hingga terungkap dalam operasi  tangkap tangan yang dilakukan petugas KPK pada 7 Januari 2020 di Pendopo Sidoarjo. (rief) 

Posting Komentar