Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : Pasar Baru Kota Probolinggo Jawa Timur. (Istimewa)

Sidoarjo-Memo. Diduga selewengkan uang retribusi Pasar Baru Kota Probolinggo Jawa Timur, terdakwa Slamet Riyanto diadili di Pengadilan Negeri Tipikor Surabaya pada hari Kamis (2/4). Sidang online yang digelar diruang Candra Pengadilan Tipikor Surabaya dengan cara teleconfrece tersebut diketuai oleh Dede Suryaman selaku Hakim Ketua serta Bagus Handoko dan Moch Mahin selaku dua Hakim Anggota.

Dalam persidangan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Kota Probolinggo saat membacakan surat dakwaannya menyebutkan, bahwa terdakwa Slamet Riyanto terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana dalam surat dakwaan pada Pasal 12 huruf e subsidair dan Pasal 8 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi Nomor 3 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan diganti Undang-Undang  Nomor 20 Tahun 2001 tentan pemberantasan korupsi.

"Mendakwa terdakwa Slamet Riyanto dengan Pasal 12 huruf e subsidair dan Pasal 8 Undang-Undang Tipikor,"ucap JPU Kejari Kota Probolinggo.

Usai membacakan surat dakwaan oleh JPU, sidang diakhiri dan akan kembali digelar pekan depan.

Sekedar diketahui, produk hukum penyelewengan uang restribusi Pasar Baru Kota Probolinggo ini hasil ungkap penyidik Polres Kota Probolinggo dan menjadikan Slamet Riyanto sebagai terdakwa.

Pria berusia (50th) tersebut diamankan penyidik Polresta Kota Probolinggo karena diduga telah menyelewengkan dana restribusi Pasar Baru sebesar Rp 118 juta pada tahun 2017. Terdakwa Slamet Riyadi saat diamankan menjabat sebagai pembantu Bendahara di Dinas Koperasi Usaha Kecil Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) Kota Probolinggo. (rief)

Posting Komentar