Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : sidang putusan OTT SDN Banyuanyar 2 Sampang (Arief,memojatim) 

Sidoarjo-Memo. Tiga terdakwa kasus terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) terkait pemberian fee sejumlah proyek pembangunan di Diknas Pemkab Sampang kembali disidangkan di Pengadilan Negeri Tipikor Surabaya pada hari Kamis (2/4). Sidang yang digelar melalui online dengan cara teleconfrece tersebut agenda mendengarkan putusan majelis hakim Pengadilan Tipikor Surabaya. 

Dalam persidangan Majelis Hakim Ketua Dede Suryaman beserta dua Hakim Anggota Lufsiana dan Emma Ellyani membacakan pokok-pokok isi putusan masing-masing terdakwa secara bergantian berkas terpisah (splising) menyebutkan, bahwa kedua terdakwa Edi Wahyudi dan Edi Purnawan tidak terbukti melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana yang di dakwakan oleh penuntut umum dalam dakwaan primair, dan menyatakan terbukti bersalah secara bersama-sama melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana dalam Pasal 3 jo Pasal 12 huruf e, jo Pasal 11 Undang-Undang Tipikor.

"Mengadili terdakwa Edi Purnawan dan Edi Wahyudi dengan hukuman pidana selama 1 tahun 10 bulan denda Rp 50 juta subsidair 10 bulan,"kata, Hakim Ketua Dede Suryaman dikutip memojatim. 

Sementara menanggapi putusan dari majelis hakim tersebut terdakwa Edi Purnawan yang di dampingi oleh Penasehat Hukum (PH) nya, Bambang Wahyudi dan Karier melalui teleconfrece  Usai menyatakan pikir-pikir. 

"Kami pikir-pikir yang mulia,"ucap, Bambang Wahyudi selaku Penasehat Hukum. 

Selanjutnya, pembacaan putusan dilanjuta atas terdakwa mantan Kasi Sarpras Diknas Sampang, Achmad Rojiun Pengadilan Tipikor surabaya memvonis 2 tahun 6 bulan denda Rp 50 juta subsidair 3 bulan. 

"Diwajibkan membayar uang penggati sebesar Rp 900 juta dengan ketentuan bila tidak dibayar diganti dengan hukum pidana 10 bulan,"ujar Majelis Hakim. Atas putusan tersebut terdakwa Achmad Rojiun melalui PH nya Arman Syaputra juga menyatakan pikir-pikir. 

Putusan tersebut jauh lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang sebelum menuntut tiga terdakwa untuk Edi wahyudi dan Edi Purnawan 2 tahun sedangkan Achmad Rojiun 3 tahun.

Seperti diketahui, pada persidangan sebelumnya, kasus Pungutan Liar (Pungli) permintaan fee terkait pembangunan RKB SDN Banyuanyar 2 Sampang, Madura, Jawa Timur ini berhasil diungkap oleh penyidik Kejari Sampang melalui Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap terdakwa mantan Kasi Sarpras Dinas Pendidikan Sampang, Achmad Rojiun, staf Edi Wahyudi dan Kepala SDN Banyuanyar 4-5, Edi Purnawan.

Saat itu, Edi Purnawan menyerahkan uang sebesar Rp75 juta kepada Achmad Rojiun yang didampingi Edi Wahyudi di Jalan Raya Banyuanyar, uang tersebut diduga merupakan fee yang ditarik dari SDN Banyuanyar 2 Sampang. (rief)

Posting Komentar