Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : suasana sidang dua bos kontraktor suap mantan Bupati Sidoarjo, Ibnu Gofur dan Totok Sumedi di Pengadilan Tipikor Surabaya. (Arief,memojatim)

Sidoarjo-Memo. Untuk sidang kesekian kalinya kasus dugaan suap Bupati Sidoarjo non aktif Saiful Ilah atas terdakwa dua bos kontraktor Ibnu Gofur dan Totok Sumedi, Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengungkap fakta baru pada sidang yang digelar hari Senin (20/4/2020) di ruang Candra Pengadilan Negeri Tipikor Surabaya di jalan raya Juanda Sidoarjo Jawa timur.

Dipersidangan keterangan para saksi yaitu Sunarti Setyaningsih selaku (Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga dan Sumber Daya Air), Judi Tetrahastoto (Pejabat Pembuat Komitmen) dan Sanadjihitu Sangadji (Kepala Bagian Unit Layanan Pengadaan) ketiganya Pejabat di Pemkab Sidoarjo dan juga terdakwa dalam perkara ini berkas terpisah (splising) dalam tahanan KPK memberikan kesaksiannya melalui teleconfrece yang tersambung ke Pengadilan Tipikor Surabaya itu mengungkap fakta baru.

Saksi Sunarti Setyaningsih dan Judi Tetrahastoto menerangkan bahwa, permintaan sejumlah uang puluhan juta tidak hanya diberikan ke Bupati saja, namun juga ke Wabup dan Sekda dengan rincian untuk Bupati Rp 20 juta, Wabup Rp 15 juta dan Sekda Rp 10 juta untuk kebutuhan Tunjangan Hari Raya (THR).

"Iya itu ada permintaan untuk keperluan THR Rp 20 juta buat Bupati, Rp 15 juta untuk Wabup dan Rp 10 juta pak Sekda,"ungkap, saksi Sunarti Setyaningsih dalam persidangan pada hari Senin (20/4/2020) melalui teleconfrece yang diamini oleh saksi Judi Tetrahastoto saat dikutip memojatim.

Selain ketiga saksi itu Jaksa KPK juga menghadirkan secara langsung empat orang saksi yang terdiri dari Okky Aliansyah Putra (Pokja), Arif Sulistyono (Konsultan Pengawas), Bambang Catur Miarsoh (PPK), Kristina (staf/Komisiaris PT Rudi Jaya).

Seperti yang telah diberitakan, pada sidang sebelumnya juga terungkap fakta persidangan bahwa, ada pemberian uang 5 juta ke sejumlah Kepala Dinas yang diungkapkan oleh saksi Novianto.

Jaksa KPK menyatakan, itu nanti kita perdalam lagi dalam fakta-fakta dari penerima yaitu tersangka empat orang itu.

"Saat ini kami hanya konsen terkait pemberi Ibnu Gofur maupun Totok Sumedi kepada penyelenggara Negara yaitu Bupati, Kadis PU, Kabag ULP dan PPK nya,"ujar, Jaksa KPK Arief Suhermanto. 

Masih lanjut JPU KPK, saat ini kami masih mengkorelasikan keterangan saksi yang dulu dan sekarang mungkin saksi akan datang, pihaknya masih menguatkan fakta-fakta itu menganai kewajiban dinas yang telah disebutkan pada sidang sebelumnya. 

"Dalam proses persidangan ini kami hanya mendalami terkait dengan Ibnu Gofur dan Totok Sumedi," tegasnya. 

Arif Suhermanto menjelaskan, KPK tetap akan mendalami setiap potensi-potensi pihak terkait sepanjang ada fakta yang kuat. 

"Seperti biasa KPK selalu akan mendalami setiap potensi-potensi pihak terkait sepanjang ada fakta yang kuat,"pungkasnya. (Ros/rief) 


Posting Komentar