Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : suasana sidang dua terdakwa penyuap eks Bupati Sidoarjo. (Arief,memojatim)

Sidoarjo-Memo. Pengadilan Negeri Tipikor Surabaya dijalan raya Juanda Sidoarjo pinta Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menaikan setatus empat saksi dalam persidangan yang digelar pada hari Jumat (17/4/2020). 

Sidang dengan agenda keterangan saksi tersebut tim JPU anti rasuah menghadirkan 8 orang saksi yang terdiri dari, Budiman (Protokoler Bupati), Novianto (Ajudan Bupati), Heri Purwanto (Kasi Dinas PU), Priyanto alias Ento (swasta), Iwan Setiyawan (rekanan), Aan Agus (Pokja pasar porong), Wahyu Sony (karyawan yang namanya dipakai jadi Direktur di PT Kharisma untuk pekerjaan proyek Candi Prasung), dan Suparni istri terdakwa Ibnu Gofur yang merangkap sebagai Direktur dan Komisaris Perusahaan PT Rudi Jaya. 

Usai memintai keterangan saksi Majelis Hakim yang diketuai Rochmat selaku Hakim Ketua serta dua Hakim Anggota Adriano dan Lufsiana itu meminta penuntut umum untuk menaikan setatus saksi yang ditujukan keempat saksi salah satunya Iwan Setiyawan dan Heri Purwanto.

"Pak Jaksa ini naikkan setatusnya, titipkan,"tegas, Hakim Anggota Lufsiana dalam persidangan saat dikutip memojatim. 

Sementara Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK, Arif Suhermanto menuturkan, sepanjang itu ada fakta-fakta yang kongkrit dan memang merujuk pada perbuatan pidana terkait kasus ini bisa jadi akan kesana. 

"Tetapi saat ini kami masih konsen terhadap perkara yang kami tangani saat ini yaitu pemberi dan penerima terkait enam orang itu,"ucap, Jaksa KPK Arif Suhermanto  usai persidangan. 

Sedangkan saat disinggung fakta persidangan soal pemberian uang 5 juta ke sejumlah Kepala Dinas yang diungkapkan oleh saksi Novianto, Jaksa KPK menyatakan, itu nanti kita perdalam lagi dalam fakta-fakta dari penerima yaitu tersangka empat orang itu.

"Saat ini kami hanya konsen terkait pemberi Ibnu Gofur maupun Totok Sumedi kepada penyelenggara Negara yaitu Bupati, Kadis PU, Kabag ULP dan PPK nya,"ujarnya. 

Masih lanjut JPU KPK, saat ini kami masih mengkorelasikan keterangan saksi yang dul dan sekarang dan mungkin saksi akan datang, pihaknya masih menguatkan fakta-fakta itu menganai kewajiban dinas yang telah disebutkan pada sidang sebelumnya. 

"Dalam proses persidangan ini kami hanya mendalami terkait dengan Ibnu Gofur dan Totok Sumedi," tegasnya. 

Arif Suhermanto menjelaskan, KPK tetap akan mendalami setiap potensi-potensi pihak terkait sepanjang ada fakta yang kuat. 

"Seperti biasa KPK selalu akan mendalami setiap potensi-potensi pihak terkait sepanjang ada fakta yang kuat,"pungkasnya. (rief)


Posting Komentar