Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : 8 saksi saat memberikan keterangan di Pengadilan Tipikor Surabaya. (Arief,memojatim)

Sidoarjo-Memo. Sidang kasus suap atas dua terdakwa bos kontraktor Ibnu Gofur dan Totok Sumedi pelaku pemberi suap ke mantan (eks) Bupati Sidoarjo Saiful Ilah kembali menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Tipikor Surabaya. 

Dalam persidangan pada hari Jumat (17/4/2020) yang digelar diruang Candra Pengadilan Negeri Tipikor Surabaya, delapan orang saksi yang dihadirkan oleh Jaksa KPK itu kembali mengungkapkan asal muasal aliran uang dan kepada siapa diberikan. 

Delapan saksi yang dihadirkan tersebut yakni, Budiman (Protokoler Bupati), Novianto (Ajudan Bupati), Heri Purwanto (Kasi Dinas PU), Priyanto alias Ento (swasta), Iwan Setiyawan (rekanan), Aan Agus (Pokja pasar porong), Wahyu Sony (karyawan yg namanya dipakai jadi Direktur di PT Kharisma untuk pekerjaan proyek Candi Prasung), dan Suparni istri terdakwa Ibnu Gofur yang merangkap sebagai Direktur dan Komisaris Perusahaan PT Rudi Jaya.

Dimuka persidangan saksi Protokoler Bupati, Budiman dan saksi Ajudan Bupati, Novianto mengakui terkait adanya penyerahan sejumlah uang Rp 30 juta pada bulan Januari hingga uang umroh dari terdakwa Ibnu Gofur yang diberikan ke atas nama permintaan eks Bupati Sidoarjo Saiful Ilah. 

"Saya tahunya itu pak Ibnu Gofur sering ngasih uang umroh, untuk yang lainnya saya tidak tau,"terang saksi Budiman dan diamini oleh saksi lainnya Novianto saat dikutip memojatim. 

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, Bupati Sidoarjo Saiful Ilah terjaring Operasi Tangkap Tangan oleh KPK pada hari Selasa (7/1/2020) bersama sejumlah bawahaanya di Pendopo Pemkab Sidoarjo terkait dugaan menerima suap fee pengadaan proyek infrastruktur dan sudah ditetapkan tersangka. Selain Saiful Ilah dan tiga pejabat Pemkab Sidaorjo ada dua orang pihak swata juga ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK yang dalam perkara ini diduga pihak pemberi uang suap.

Atas perbuatanya tersebut Bupati Sidoarjo Saiful Ilah dan tiga Pejabat Pemkab Sidoarjo, Sunarti Setyaningsih alias Naning, Judi Tetrahastoto, Sanadjihitu Sangadji disangkakan melanggar Pasal 12 ayat (1) huruf a atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP dengan ancaman kurungan penjara paling cepat 4 tahun dan paling lama 20 tahun penjara.

Sedangkan untuk tersangka Ibnu Gofur dan Totok Sumedi pasal yang disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau Pasal 13 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP. (rief) 

Posting Komentar