Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : 5 saksi saat memberikan keterangan di Pengadilan Tipikor Surabaya. (Arief,memojatim)

Sidoarjo-Memo. Sidang lanjutan atas perkara dugaan korupsi dana restribusi Pasar Baru Kota Probolinggo Jawa Timur yang menyeret Slamet Riyanto menjadi terdakwa kembali digelar diruang Candra Pengadilan Negeri Tipikor Surabaya pada hari Kamis (16/4/2020). 

Sidang dengan agenda mendengarkan keterangan saksi itu, tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Kota Probolinggo menghadirkan lima orang saksi dari pegawai Pasar Baru Kota Pribolinggo yang terdiri dari yaitu, Didi Joko Winarno, Nur Shaleh, Umi Rokiani, Jalal, Rudi Ramdani masing-masing petugas Pasar Baru Kota Probolinggo.

Usai menjalani proses sumpah sebagai saksi, Majelis Hakim Ketua Dede Suryaman mempersilakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) memulai pertanyaanya, "Silakan jaksa penuntut umum memulai,"ucap, Hakim Ketua Dede Suryaman dalam persidangan yang digelar diruang Candra dikutip memojatim.

Selanjutnya, Jaksa Penuntut Umum Kejari Kota Probolinggo, Caprian Caesar menanyakan apakah para saksi pernah diperiksa oleh pihak kepolisian serta tugas dan jabatan masing-masing saksi.

"Apakah saudara saksi pernah diperiksa oleh petugas kepolisian,"tanyak, Kasi Pidsus Caprian Caesar yang juga bertindak sebagai pnuntut umum itu, dan dihawab benar oleh saksi.

"Coba saudara jelaskan bagaimana sistem saudara memungut dan diserahkan kepada siapa,"ucap, JPU.

Dalam memberikan keterangannya saksi menyebutkan, bahwa benar ada penarikan ritribusi di Pasar Baru tersebut. Selain itu saksi juga menerangkan hasil dari penarikan ristribusi disetorkan ke Agus yang juga menjabat petugas di Pasar Baru Kota Probolinggo.

Namun, diketahui nama Agus sipenerima setoran kontribusi Pasar Baru tersebut tidak tercantum dalam berkas Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

Sementara JPU saat dikonfirmasi nama Agus yang disebut sebagai penerima kontribusi tersebut jabatanya apa, Caprian Caesar menyatakan, "Agus itu pegawai Pasar juga jabatannya sebagai pemungut juga, cuman memang dari penyidikan polisi tidak ada dalam berkas perkara tidak ada nama itu,"terang, Kasi Pidsus Caprian Caesar pada memojatim.

Sekedar diketahui, produk hukum penyelewengan uang restribusi Pasar Baru Kota Probolinggo ini hasil ungkap penyidik Polres Kota Probolinggo dan menjadikan Slamet Riyanto sebagai terdakwa.

Pria berusia (50th) tersebut diamankan penyidik Polres Kota Probolinggo karena diduga telah menyelewengkan dana restribusi Pasar Baru sebesar Rp 118 juta pada tahun 2017. Terdakwa Slamet Riyadi saat diamankan menjabat sebagai pembantu Bendahara di Dinas Koperasi Usaha Kecil Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) Kota Probolinggo. (rief)

Posting Komentar