Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : sidang korupsi DLH Pemkab Magetan di Pengadilan Tipikor Surabaya. (Arief,memojatim)

Sidoarjo-Memo. Dua terdakwa kasus korupsi kasus dugaan korupsi proyek Program Kali Bersih (Prokasih) dan Composting di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemkab Magetan Jawa Timur kembali disidangkan di Pengadilan Negeri Tipikor Surabaya di jalan raya Juanda Sidoarjo pada hari Senin (6/4/2020). Sidang dengan agenda putusan dari Pengadilan Tipikor tersebut dibacakan langsung oleh Rochmad selaku Hakim Ketua bersama dua Hakim Anggota Adriano dan Samhadi.

Persidangan yang dilakukan secara online itu tidak dihadiri dengan dua terdakwa secara fisik, namun melalui teleconfrece. Saat membacakan amar putusannya majelis hakim menyebutkan, keduanya terbukti bersalah melakukan perbuatan melawan hukum secara bersama-sama melakukan tindak pidana korupsi.

Menyatakan kedua terdakwa Daduk Agustyanta dan  terdakwa Naning Supiyah tidak terbukti melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana dalam dakwaan primair. Dinyatakan bersalah sebagaimana dakwaan penuntut umum dalam dakwaan subsidair.

"Menghukum terdakwa Daduk Agustyanta dengan pidana selama 2 tahun dan 7 bulan denda Rp 50 juta subsidair 3 bulan,"kata, Hakim Ketua Rochmad saat membacakan amar putusannya diruang Candra Pengadilan Tipikor Surabaya hari Senin (6/4/2020) dikutip memojatim.

Selain itu majelis hakim juga menghukum terdakwa Dadul Agustyanta dengan diwajibkan membayar Uang Pengganti (UP) sebesar Rp 103 juta dengan ketentuan apabila tidak membayar setelah ada hukum tetap maka akan diganti dengan hukuman pidana kurungan selama 10 bulan.

Sedangkan untuk terdakwa Naning Supiyah dijatuhi hukuman pidana 1 tahun denda Rp 50 juta subsidair 3 bulan. Menanggapi putusan tersebut terdakwa Daduk Agusetyanta melalui teleconfrece menyatakan pikir-pikir sedangkan terdakwa Naning Supiyah langsung menerima.

Sementara tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kasi Pidsus Kejari Magetan, Agus Zaini menuturkan, "atas vonis majelis kita akan pikir-pikir dalam kurun waktu yang ada selama 7 hari, apakah banding atau tidak,"tutur, Kasi Pidsus Agus Zaini saat dikonfirmasi memojatim usai persidangan.
 
Vonis Pengadilan Tipikor tersebut jauh lebih ringan dari tuntutan penuntut umum yang sebelumnya menuntut terdakwa Daduk Agusetyanta 3 tahun 10 bulan dan terdakwa Naning Supiyah 3 tahun 7 bulan.

Sekedar diketahui, produk hukum dugaan korupsi proyek Prokasih dan Composting di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemkab Magetan ini adalah hasil ungkap penyidik Tipikor Polres Magetan hingga menyeret dua terdakwa Daduk Agustyanta dan Naning Supiyah menjadi pesakitan.

Dari modus ini terdakwa Daduk Agustyanta yang saat itu menjabat sebagai kabid Tata Lingkungan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Magetan memanfaatkan posisinya sebagai Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK). Sedangkan, Naning menjalankan perannya sebagai pihak ketiga rekanan. Keduanya bekerja sama untuk pekerjaan tahun 2013 dan 2014.

Namun, Naning Supiyah tidak menggunakan perusahaannya. Melainkan meminjam dua bendera dari perusahaan lain. Yakni, CV Agung Mas-lah yang tetap mengerjakan. Sebab, semua administrasi diketahui berasal dari CV Agung Mas. Dari pekerjaan itu, CV Agung Mas menarik fee sebesar 4 persen dibuat seolah-olah ada subnya, padahal CV Agung  yang melaksanakan pekerjaan tersebut sehingga mengakibatkan timbulnya kerugian negara senilai Rp 112 juta. (rief) 

Posting Komentar