Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : suasana persidangan kasus korupsi dana hibah Jasmas Pemkot Surabaya. (Arief,memojatim)

Sidoarjo-Memo. Sidang perkara kasus korupsi dana Jaringan Inspirasi Masyrakat (Jasmas) Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya atas tiga terdakwa mantan anggota DPRD Surabaya yakni, Dini Rijanti, Syaiful Aidy dan Ratih Retnowati kembali digelar diruang Candra Pengadilan Tipikor Surabaya pada hari Selasa (17/3) dijalan raya Juanda Sidoarjo.

Sidang dengan agenda pembacaan tuntutan dari tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Tanjung Perak, M Fadhil menyebutkan, dinilai bersalah melakukan tindak pidana korupsi maupun menyuruh melakukan dan yang turut serta melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri dengan tujuan menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau sesuatu suatu korporasi, menyalahgunakan kewenangan, kesempatan atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau kedudukan yang merugikan keuangan negara atau perekonomian negara.

"Terdakwa Dini Rijanti dinyatakan terbukti bersalah melanggar pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo. Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHPidana sebagaimana dalam dakwaan subsidair jaksa penuntut umum," kata, JPU M Fadhil dalam persidangan saat membacakan tuntutan dikutip memojatim.

Selain memaparkan pelanggaran pasal yang dilanggar jaksa juga menyatakan hukumannya bagi terdakwa, menuntut dan menghukum terdakwa Dini Rijanti dengan hukuman pidana selama 3 tahun kurungan penjara denda Rp 100 juta subsidair kurungan 6 bulan.

"Menuntut dan menghukum terdakwa Dini Rijanti dengan hukuman pidana selama 3 tahun kurungan penjara denda Rp 100 juta subsidair kurungan 6 bulan," tegas, JPU M Fadhil.

Tuntutan yang memberatkan itu lanjut M. Fadhil, lantaran terdakwa Dini Rijanti tidak mendukung program pemerintah dalam pemberatasan tindak pidana korupsi serta perbuatan terdakwa dilakukan di tengah-tengah keadaan masyarakat yang jauh dari kata sejahtera.

"Sedangkan yang pertimbangan yang meringankan, diantaranya terdakwa tidak pernah di pidana, terdakwa bersikap sopan selama persidangan," pungkasnya.

Seperti diberitakan dalam kasus ini Kejari Tanjung Perak telah menuntaskan perkara dugaan korupsi dana hibah Pemkot Surabaya tahun 2016 untuk program jasmas.

Saat ini sudah ada dua terdakwa yang statusnya naik menjadi terpidana.

Mereka adalah mantan anggota DPRD Surabaya periode 2014-2019, Sugito dan Darmawan.

Sugito telah divonis oleh Pengadilan Tipikor Surabaya sebanyak 20 bulan penjara dan denda Rp 50 juta subsidair 3 bulan kurungan serta dipindahkan tahanannya ke Lapas Klas I Madiun.

Sedangkan Darmawan divonis sebanyak 30 bulan penjara dan denda Rp 50 juta subsidair tiga bulan penjara.

Saat ini masih ada empat terdakwa lainnya masih menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor Surabaya dan ditahan di cabang rutan klas I Surabaya pada Kejati Jatim.

Mereka itu diantaranya anggota DPRD Surabaya Ratih Retnowati serta mantan anggota DPRD Surabaya periode 2014-2019 yakni Syaiful Aidy, Dini Rijanti dan Binti Rochma.

Ada juga pihak swasta sebagai pelaksana proyek yaitu Agus Setiawan Tjong yang sudah divonis selama 6 tahun penjara dan saat ini masih proses kasasi.

Agus Setiawan Tjong merupakan pelaksana proyek pengadaan terop, kursi, meja, dan sound system pada 230 RT di Surabaya.

Dari hasil audit BPK, Proyek pengadaan program Jasmas tersebut bersumber dari APBD Pemkot Surabaya, tahun 2016 dan merugi mencapai Rp 5 miliar akibat adanya selisih angka satuan barang yang dimainkan oleh Agus Setiawan Tjong.

Informasi yang dihimpun, program Jasmas ini merupakan produk dari sejumlah oknum DPRD kota Surabaya yang telah diperiksa penyidik. Diduga tanpa peran ke enam sang legislator itu, program Jasmas dalam bentuk pengadaan ini tidak akan terjadi.

Penyimpangan dana hibah ini bermodus pengadaan. Ada beberapa pengadaan yang dikucurkan oleh Pemkot Surabaya, diantaranya untuk pengadaan terop, kursi chrom, kursi plastik, meja, gerobak sampah, tempat sampah dan sound system. (rief)

Posting Komentar