Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : Wakil Ketua KPK Nurul Gufron. (Istimewa)

Jember-Memo. Wakil Ketua KPK, Nurul Gufron memberikan penjelasan pada sejumlah media terkait adanya peristiwa tiga anggota Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang digelandang warga ke Polsek Sukowono pada 17 Februari 2019 lalu.

Nurul Gufron menerangkan bahwa, peristiwa warga menggelandang tiga anggota anti rasuah itu hanya kesalahpahaman saja. Ia menyatakan, tim nya kalah itu sedang berada dilapangan untuk melakukan penyelidikan dengan metode tertutup.

"Jadi sesungguhnya hanya kesalahpahaman, karena saat kami melaksanakan penyelidikan kan ada dua model, model tertutup dan model terbuka,"terang, Wakil Ketua KPK, Nurul Gufron pada media saat dikutip memojatim hari Rabu (4/3).

Masih lanjut Nurul Gufron, kecurigaan warga itu berawal ketika melihat gerak-gerik tiga petugas KPK tanpa memakai identitas saat melakukan pemantauan di lapangan. Jika sedang melakukan penyelidikan tertutup, petugas KPK tidak diperbolehkan untuk membuka identitasnya.

"Pada saat itu memang ya namanya menggunakan sistem tertutup, petugas kami tidak menunjukkan identitas sebagai KPK karena memang silence," ungkapnya.

Nurul Gufron juga menyebut, tiga anggota anti rasuah ini berada dilapangan untuk melakukan penyelidikan kasus dugaan korupsi di Desa Sukowono, Kecamatan Sukowono Kabupaten Jember Jawa Timur. (rief)

Posting Komentar