Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : pemkab Sidoarjo dan petugas gabungan saat merazia tempat Mcdonal's Taman Pinang Sidoarjo. (Istimewa)

Sidoarjo-Memo. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo akhirnya mengambil tindakan tegas sesuai antensi pemerintah pusat. Pasalnya, sejak dimulai hari Senin (23/3) malam, Pemkab Sidoarjo melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) beserta petugas gabungan yaitu Polresta Sidoarjo, Kodim 0816, Garnisun dan Satpol PP Sidoarjo mengintruksikan kebijakan untuk menutup sementara  tempat hiburan malam.

Bukan hanya tempat hiburan saja yang jadi sasaran penutupan, tapi juga Warung Kopi (Warkop) dan tempat yang biasa mengundang kerumunan orang juga wajib tutup sementara.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Wabup Sidoarjo, H. Nur Ahmad Saifuddin usai melakukan rapat. Pemkab Sidoarjo mulai hari ini akan menertibkan semua kegiatan yang bisa menimbulkan terjangkit dan menyebarnya virus corona. Termasuk kegiatan-kegiatan di kafe atau hiburan malam.

"Ini sudah menjadi kesepakatan eksekutif, legislatif dan yudikatif serta Forkopimda Sidoarjo,"ucap, Wabup Sidoarjo, H Nur Ahmad Saifuddin pada media.

Masih lanjut Wabup Sidoarjo, upaya penutupan ini sebagai bentuk kebijakan Pemkab Sidoarjo dalam melindungi masyarakat khususnya masyarakat Sidoarjo dari penyebaran virus cotona atau comvid 19.

Selain itu Wabup Sidoarjo juga menerangkan, di Sidoarjo sudah ada 12 Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang satu di antaranya sudah dinyatakan positif. Jadi sekarang jumlah PDP ada 11 orang. Ada 3 pasien yang positif.

"Mereka dirawat di RSUD Sidoarjo satu orang dan 2 orang lainnya ada di RS RKZ Surabaya. Untuk 11 PDP-nya 2 dirawat di Rumah Sakit Mitra Keluarga Waru, 3 dirawat di Rumah Sakit Siti Hajar, dan sisanya dirawat di RSUD Sidoarjo," terang, Nur Ahmad Saifuddin.

Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol Sumardji memastikan jika pihaknya sudah mengantongi seluruh data tempat hiburan malam dan tempat cangkrukan warga yang bergerombol mulai dari 5 orang atau bahkan lebih.

Karenanya pihaknya meminta hiburan malam dan tempat nongkrong harus mentaati semua himbauan dan Maklumat Kapolri dalam penanangan virus corona itu.

"Kami pun meminta peran serta para pengusaha ikut andil didalamnya dan memahami semuanya. Karena masa inkubasi kalau tak diikuti semua pihak maka yang dilakukan pemerintah akan sia-sia. Bahkan media wajib mensiarkan apa yang menjadi tujuan pemerintah dalam menyelamatkan warga Sidoarjo ini agar bisa diselenggarakan dengan baik," pintahnya menambahkan.

Komandan Kodim 0816 Sidoarjo, Letkol Inf M Iswan Nusi menegaskan pihaknya sudah mendapatkan instruksi Pangdam V Brawijaya agar mendukung langkah Pemkab Sidoarjo dannPolresta dalam mencegah penyebaran Covid-19 ini.

"Kami (Kodim 0816) dan Garnisum bakal ikut penertiban hiburan malam. Kegiatan diambil positifnya agar jalannya pemerintahan menyelamatkan warganya bisa terealisasi dengan baik," ungkapnya.

Sementara Pemkab Sidoarjo juga menambah dua rumah sakit rujukan dalam menangani pasien corona. Jika sebelumnya hanya 3 rumah sakit yakni RSUD Sidoarjo, Rumah Sakit Siti Hajar dan Rumah Sakit Mitra Keluarga. Kini ada Rumah Sakit Siti Khotidjah, Sepanjang, Kecamatan Taman dan Rumah Sakit Anwar Medika Balongbendo. (nr/rief)

Posting Komentar