Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : terdakwa mantan anggota DPRD Surabaya, Darmawan saat diadili. (Arief,memojatim)

Sidoarjo-Memo. Sidang putusan korupsi dana hibah Pemkot Surabaya atas terdakwa mantan anggota DPRD Surabaya, Darmawan alias Aden pada hari Jumat (13/3) digelar diruang Cakra Pengadilan Tipikor Surabaya.

Sidang yang diketuai oleh Hisbullah Idris selaku Hakim Ketua didampingi dua Hakim Anggota Jhon Dista dan Adriano saat mengawali persidangan menyampaikan, "Sidang dinyatakan dibuka dan terbuka untuk umum,"ucap, Hisbullah Idris saat membuka persidangan dikutip memojatim.

Didalam amar putusan atas terdakwa Darmawan, Majelis Hakim menyebutkan beberapa pelanggaran yakni, melanggar pasal 3 jo Pasal 12 huruf e jo Pasal 11 Undang-Undang Tipikor.

"Menghukum terdakwa Darmawan alias Aden hukuman penjara selama 2 tahun 6 bulan denda Rp 100 juta subsidair 6 bulan,"kata, Hakim Ketua Hisbullah Idris dalam persidangan.

Setelah mendengarkan pembacaan putusan majelis hakim, terdakwa Darnawan langsung menyatakan pikir-pikir setelah berkordinasih dengan tim penasehat hukumnya.

"Saya pikir-pikir yang mulia,"ujar, terdakwa Darmawan.

Seperti diberitakan dalam kasus ini Kejari Tanjung Perak telah menuntaskan perkara dugaan korupsi dana hibah Pemkot Surabaya untuk program jasmas.

Sudah ada enam terdakwa yang sudah menjalani hukuman di cabang rutan klas I Surabaya pada Kejati Jatim.

Keenam terdakwa itu diantaranya anggota DPRD Surabaya Ratih Retnowati serta lima mantan anggota DPRD Surabaya periode 2014-2019 yakni Sugito, Syaiful Aidy, Dini Rijanti Darmawan dan Binti Rochma.

Ada juga pihak swasta sebagai pelaksana proyek yaitu Agus Setiawan Tjong yang sudah divonis selama 6 tahun penjara dan saat ini masih proses kasasi.

Agus Setiawan Tjong merupakan pelaksana proyek pengadaan terop, kursi, meja, dan sound system pada 230 RT di Surabaya.

Dari hasil audit BPK, Proyek pengadaan program Jasmas tersebut bersumber dari APBD Pemkot Surabaya, tahun 2016 dan merugi mencapai Rp 5 miliar akibat adanya selisih angka satuan barang yang dimainkan oleh Agus Setiawan Tjong.

Informasi yang dihimpun, program Jasmas ini merupakan produk dari sejumlah oknum DPRD kota Surabaya yang telah diperiksa penyidik. Diduga tanpa peran ke enam sang legislator itu, program Jasmas dalam bentuk pengadaan ini tidak akan terjadi.

Penyimpangan dana hibah ini bermodus pengadaan. Ada beberapa pengadaan yang dikucurkan oleh Pemkot Surabaya, diantaranya untuk pengadaan terop, kursi chrom, kursi plastik, meja, gerobak sampah, tempat sampah dan sound system. (rief) 

Posting Komentar