Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : suasana sidang korupsi pengadaan kambing etawa Pemkab Bangkalan. (Arief,memojatim)

Sidoarjo-Memo. Sidang korupsi pengadaan kambing etawa di Pemkab Bangkalan kembali digelar diruang Candra Pengadilan Tipikor Surabaya pada hari Selasa (24/3) dijalan raya Juanda Sidoarjo. Sidang kali ini Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Bangkalan menghadirkan 48 orang sebagai saksi yang terdiri dari sejumlah Kepala Desa (Kades) di Kecamatan Blega dan Kecamatan Modung Kabupaten Bangkalan.

Selain kepala desa dan Camat, JPU juga menghadirkan saksi Robby Heryawan (swasta), Hadi Wiyono (penyedia kambing etawa), mantan Bupati Bangkalan, Much Makmun Ibnu Fuad atau Ra Momon, R. Abdul Latief Amin (eks Wakil DPRD Bangkalan) sekarang Bupati Bangkalan, dan Imron Rosyadi (eks Ketua DPRD Bangkalan). 

Namun, pada saat sidang akan dimulai, Hakim Ketua Eddy Soeprayitno melakukan pemanggilan terhadap saksi untuk masuk ke ruang sidang dan mengikuti proses sumpah sebelum dimulainya persidangan dan menyampaikan keterangannya. Saksi mantan Bupati Bangkalan, Much Makmun Ibnu Fuad atau Ra Momon, R. Abdul Latief Amin (eks Wakil DPRD Bangkalan) sekarang Bupati Bangkalan, dan Imron Rosyadi (eks Ketua DPRD Bangkalan) tidak datang atau mangkir.

"Much Makmun Ibnu Fuad?,"ucap, Hakim Ketua Eddy Soeprayitno memanggil saksi, dan dijawab tidak ada yang mulia oleh petugas kawal Kejaksaan Negeri Bangkalan, Suprayitno saat dikutip memojatim.

Dipersidangan tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Bangkalan masih sama seperti sidang-sidang sebelumnya mempertanyakan tentang proses awal penerimaan bantuan kambing etawa tersebut dan siapa yang memimpin saat sosialisasi adanya bantuan pengadaan kambing etawa tersebut.

"Yang memimpin sosialisasi adalah Bupati (Ra Momon, Bupati Bangkalan saat itu) dan hadir juga dinas terkait yaitu Pak Mulyanto dan Pak Syamsul Arifin,"ujar salah satu saksi saat menyampaikan keterangan didalam persidangan dikutip memojatim hari Selasa (24/3) diruang Candra Pengadilan Tipikor Surabaya.

Untuk diketahui, pada sidang sebelumnya nama mantan Bupati Bangkalan periode 2013-2018 Much Makmun Ibnu Fuad atau yang akrap disapa Ra Momon dan Robby Heryawan disebut-sebut dalam persidangan sebelumnya. 

Bahwa, Ra Momon dengan didampingi beberapa bawahannya turun langsung pada saat pembelian Kambing Etawa dikawasan Kabupaten Lumajang Jawa Timur.

Selanjutnya dugaan korupsi pengadaan Kambing Etawa ini berhasil diungkap oleh tim Pidsus Kejaksaan Negeri Bangkalan dan menjadikan Syamsul Arifin selaku Kepala Dinas Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Pemkab Bangkalan dan Mulyanto Dahlan selaku mantan PLT Kadis Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Pemkab Bangkalan menjadi terdakwa karena di duga telah melakukan korupsi dana pengadaan Kambing Etawa tahun anggara 2017 Pemerintah Kabupaten Bangkalan.

Pengadaan Kambing Etawa tersebut merupakan program yang melekat di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan pada tahun 2017. 

Dan setiap desa dianggarkan sebesar Rp 33.750.000, dengan nilai rincian Rp 13.750.000 untuk pembelian empat Kambing Etawa betina termasuk didalamnya Rp 800 ribu biaya transport.

Namun, oleh terdakwa disalahgunakan dengan membuat dokumen palsu seolah-olah sudah lunas dan tidak ada pemotongan anggaran. Dalam perkara ini pun pihak Kejaksaan Negeri Bangkalan telah memeriksa sekitar 220 saksi terkait kasus dugaan korupsi pengadaan Kambing Etawa senilai Rp 9.2 miliar lebih tersebut. 

Atas perbuatannya kedua terdakwa manta Kepala Dinas Dishub dan BPKAD Pemkab Bangkalan ini oleh Jaksa Penuntut Umum didakwa melanggar Pasal 3 junto Pasal 18 ayat (1) huruf b, ayat (2), ayat (3) Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (rief)
 

Posting Komentar