Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : JPU Kejari Kota Pasuruan, Widodo saat dikonfirmasi usai persidangan. (Arief,memojatim)

Sidoarjo-Memo. Sidang putusan kasus tindak pidana korupsi di Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Kota Pasuruan pada hari Kamis (12/3) Pengadilan Negeri Tipikor Surabaya menjatuhkan vonis 6 tahun penjara terhadap terdakwa mantan Ketua PSSI Cabang Kota Pasuruan, Edy Heri Rispati.

Selain itu didalam amar putusan juga Majelis Hakim memerintahkan penuntut umum untuk menindak lanjuti Ketua DPRD Kota Pasuruan, Ismail Achmad Marzuki dalam perkara ini.

Menimbang bahwa, telah mendengar keterangan saksi-saksi, dan keterangan terdakwa, juga mendengarkan penuntut umum. Menimbang bahwa tidak ada penyertaan dalam dakwaan terhadap Bupati Kota Pasuruan, H. Hasani (alm) dan Ketua DPRD Kota Pasuruan atas nama Ismail Marzuki Hasan sebagai kawan peserta maka ditetapkan kepada penuntut umum untuk menindaklanjuti.

"Mejelis Hakim memerintahkan penuntut umum untuk menindaklanjuti keterlibatan saudara Ismail Marzuki Hasan dalam penerimaan dana yang dikaitkan mengenai terdakwa Ketua PSSI Cabang Kota Pasuruan,"tegas, Hakim Ketua Dede Suryaman saat membacakan amar putusan dipersidangan yang digelar hari Kamis (12/3) diruang Cakra Pengadilan Tipikor Surabaya dikutip memojatim.

Sementara Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Kota Pasuruan, Widodo saat dikonfirmasi terkait adanya perintah majelis hakim menyatakan, kami akan laporkan ke Kajati, tunggu Kejati. Kejati apa mengambil alih  penyidikan atau memerintahkan kami.

"Kami akan laporkan ke Kejati hasil putusan ini, terutama kami akan membuat telaah di Pasal 55,"ucap, JPU Widodo saat ditemui usai persidangan.

Saat disinggung apakah akan ada tersangka baru dalam perkara yang merugikan keuangan negara sebesar Rp 3,8 miliar lebih di PSSI Cabang Kota Pasuruan, JPU Widodo menyatakan, "insyaallah (tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka baru),"pungkasnya.

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, terdakwa mantan Ketua Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Kota Pasuruan, Edy Heri Rispati divonis 6 tahun kurungan penjara denda Rp200 juta subsidair 4 bulan. Selain itu Pengadilan Tipikor Surabaya juga menghukum tetdakwa Edy Heri Rispati mewajibkan membayar Uang Pengganti (UP) sebesar Rp1,8 miliar dengan ketentuan bilamana tidak dibayar setelah ada kekuatan hukum tetap maka harta bendanya akan disita dan dilelangkan oleh negara dan apabila tidak ada harta benda maka akan diganti dengan hukuman kurungan selama 2 tahun penjara.

Putusan Pengadilan Tipikor tersebut lebih ringan dibanding dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum yang sebelumnya menuntut terdakwa Edy Heri Rispati dengan tuntutan pidana selama 8 tahun
penjara denda Rp 300 juta subsider 6 tahun 6 bulan, serta diwajibkan membayar Uang Pengembalian (UP) sebesar Rp 3,8 miliar.

Sekedar diketahui, produk hukum perkara korupsi dana hiba di PSSI Cabang Kota Pasuruan yang dikucurkan dari Anggara Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Pasuruan tahun 2015 sebesar Rp 4.99 miliar ini hasil ungkap penyidik Direskrimsus Polda Jatim.

Terdakwa dalam melakukan aksinya melakukan beberapa modus yaitu, dengan membuat propsal fiktif dari 8 proposal sejumlah kegiatan sebagai berikut, Pembinaan Usia Remaja/Liga Remaja, Porprov Jatim 2015, Kompetisi U-12 Antar Kelurahan se- Kota Pasuruan, Kegiatan Tahunan Askot PSSI Pasuruan, Pembinaan Tim Futsal Kota Pasuruan, Kopetisi Piala Kemerdekaan Antar Club Internal 2015 dan Kompetisi Internal U- 17. Dari 8 kegiatan yang direalisasikan hanya 3 kegiatan, sedangkan 5 kegiatan diketahui fiktif. (rief)


Posting Komentar