Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : Ilustrasi

Sampang-Memo. Satuan Polisi Penegak Perda (Satpol PP) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang melaksanakan giat razia Penyakit Masyarakat (Pekat) pada hari Jumat (13/3) malam diwilayah Sampang. Dalam razia gabungan petugas Satpol PP dan Polres Sampang tersebut, petugas menyisiri kawasan jalan raya Desa Taddan, Kecamatan Camplong yang diduga ada sejumlah warung remang-remang yang menyidiakan Pekerja Seks Komersial (PSK) dan kerap dijadikan ajang penyalur sahwat pria hidung belang.

Ternyata benar kecurigaan petugas, saat menggerebek warung remang-remang tersebut yang didalamnya terdapat kamar itu petugas mendapatkan sepasang orang berlainan jenis sedang asyik ber hohohihe (hubungan intim).

Plt Kepala Bidang (Kabid) Penegakan Perda Satpol PP Pemkab Sampang, Moh Jalil membenarkan hal tersebut, pada saat dilakukan razia Pekat cipta kondisi petugas mengamankan tiga orang bukan Pasangan Suami Istri (Pasutri).

Pasangan bukan muhrim ini kedapatan didalam kamar dan tidak bisa menujukan bukti surat nikah sedangkan satu perempuan lagi diduga sedang menunggu tamu.

"Saat dirazia satu pasangan yang di dalam kamar ini tidak bisa menunjukan bukti surat nikah yang sah, dan perempuan satunya juga diduga menjadi PSK,"ungkap, Plt Kabid Satpol PP, Moh Jalil pada sejumlah media dikutip memojatim.

Masih lanjut Moh Jalil mengungkapkan, ketiganya berinisial B (40) warga Dusun Kucing, Desa Ketapang Laok, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang, dengan pasangannya berinisial ENF (40) berasal dari Dusun Krajan I RT 7 RW 2, Desa Patempuran, Kecamatan Kalisat, Kabupaten Jember dan perempuan satunya adalah RFT (32) asal Dusun Darungan RT 1 RW 12, Desa Lembengan, Kecamatan Ledokombo, Kabupaten Jember.

Di hadapan petugas perempuan asal Jember ENF mengaku baru satu Minggu tinggal diwarung tersebut bekerja jadi penyalur birahi laki-laki yang membutuhkan kehangantan, ENF juga memasang tarif Rp250 ribu sekali kencan.

"Tarifnya Rp 250 sekali kencan, baru seminggu disini karena ikut teman,"terang, Moh Jalil menirukan pengakuan ENF.

Kini atas tindakannya, ketiganya dinilai melanggar Perda Pemkab Sampang Nomor 7 tahun 2015  Pasal 24 ayat 1 heruf c tentang ketertiban umum dan masyarakat.

"Mereka ini terbukti melanggar Pasal 24 ayat 1 huruf c tentang ketentraman dan ketertiban umum," pungkasnya.

Selain itu pihak Satpol PP Pemkab Sampang juga akan memanggil pemilik warung tersebut untuk menindaklanjuti terkait izin usahanya. (ms/rief) 

Posting Komentar