Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : dua terdakwa Yudhono dan Bambang Nuryanto saat dipersidangan. (Arief,memojatim)

Sidoarjo-Memo. Pengadilan Negeri Tipikor Surabaya kembali menggelar sidang atas dua terdakwa mantan Kades Bulusari, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, Yudhono saat memasuki ruang sidang menggunakan kursi roda dikarenakan sakit dan Bambang Nuryanto mantan Ketua BPD Desa Bulusari. Kedua terdakwa didampingi tim Penasehat Hukumnya, Suryono Pane.

Sidang yang diketuai Rochmad selaku Hakim Ketua dan dua Hakim Anggota Adriano dan Samhadi digelar diruang Candra Pengadilan Tipikor Surabaya pada hari Senin (16/3) tersebut dengan agenda mendengarkan putusan yang dibacakan majelis hakim.

Dalam amar putusannya majelis hakim menyebutkan, menimbang bahwa didalam hukum pidana ada dua fungsi yakni, hukum materil dan formil.

Kedua terdakwa dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pidana perbuatan melawan hukum secara sah dan meyakinkan.

"Menghukum terdakwa masing-masing hukuman pidana selama 4 tahun penjara dipotong masa tahanan denda Rp 200 juta subsidair 1 tahun. Serta diwajibkan pada masing-masing terdakwa untuk membayar Uang Pengganti Rp 1,4 miliar dengan ketentuan bila tidak dibayar maka akan diganti hukuman pidana selama 1 tahun,"tegas, Hakim Ketua Rochmad dalam persidangan diruang Candra dikutip memojatim.

Putusan majelis hakim tersebut lebih ringan dari tuntutan JPU pada sidang sebelumnya yang menuntut kedua terdakwa 10 tahun penjara denda Rp 300 juta subsidair 8 bulan penjara dan membayar Uang Pengganti masing-masing terdakwa Rp 1,5 miliar subsider 5 tahun penjara.

Untuk diketahui, kedua terdakwa dinilai bersalah oleh Kejaksaan Negeri Pasuruan atas tindak pidana korupsi pemanfaatan TKD seluas 4,6 hektar di Dusun Jurangpelen I, Desa Bulusari periode 2013 hingga 2017. Sehingga mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp 2,9 miliar. (rief)


Posting Komentar