Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : terdakwa Suhardi saat dipersidangan. (Arief,memojatim)

Sidoarjo-Memo. Zainal Fanani Penasehat Hukum (PH) terdakwa Suhardi Kepala Dusun Sukoharjo, Desa Grobogan Kecamatan Mojowarno Jombang Jawa Timur non aktif akan mengulas kembali terkait tuntutan atas klainnya yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum dalam persidangan.

Menurutnya, ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan salah satunya di dalam fakta persidangan tidak ada saksi yang mengetahui bahwa klain kami menerima uang sebesar Rp 50 juta sebagaimana yang didakwakan.

"Kita akan ulas dalam nota pembelaan nanti bahwa, di dalam fakta persidangan tidak saksi satupun yang mengetahui bahwa klain kami menerima uang Rp 50 juta. Bahwa apa yang didakwakan tidak terbuktikan,"tutur, Zainal Fanani Penasehat Hukum terdakwa Suhardi saat ditemui memojatim usai persidangan hari Rabu (11/3).

Selain itu masih lanjut Zainal Fanani menyatakan, inikan Pasal 2 dan Pasal 3 jadi ada penerima ada pemberi tentunya kita akan tetap mengedepankan equality before the law, kenapa yang didakwa atau ditersangkakan hanya penerima sedangkan pemberi tidak, dari PT Tirta Investama.

"Itu nanti yang kita dorong, nanti kita ulas pada nota pembelaannya disedang minggu depan tanggal 18 Maret 2020,"pungkasnya.

Sebelumnya, dalam kasus ini Kejaksaan Negeri Jombang telah menghukum Kepala Desa Grobogan non aktif, Agus Hadi Cahyono dan sudah divonis oleh Pengadilan Tipikor Surabaya. 

Lantas selanjutnya, dalam proses pengembangan persidangan JPU juga menjadikan Suhardi yang saat itu selaku Kepala Dusun Sukorejo dan Zainul Udin Fairuzi sebagai Kaur Pemerintahan Desa Grobogan sebagai terdakwa berkas terpisah (splising). (rief) 

Posting Komentar