Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : suasan sidang tuntutan kasus suap PT Tirta Investama di Pengadilan Tipikor Surabaya. (Arief,memojatim)

Sidoarjo-Memo. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Jombang, Yoga Adhyatma membacakan surat tuntutan atas terdakwa Suhardi mantan Kepala Dusun, Desa Grobokan Kecamatan Mojowarno Jombang Jawa Timur terkait dugaan kasus suap rencana pendirian pabrik Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) Aqua PT Tirta Investama pada tahun 2014 silam.

Dihadapan Majelis Hakim Ketua Cokorda Gede Arthana bersama dua Hakim Anggota Mochamad Mahin dan Samhadi surat tuntutan dibaca oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Jombang, Yoga Adhyatma diruang Cakra Pengadilan Tipukor Surabaya hari Rabu (11/3) dijalan raya Juanda Sidoarjo.

Dalam surat tuntutan terdakwa Suhardi dinyatakan terbukti secara sah dan meyakikan bersalah melakukan tindak pidana melakukan, menyuruh dan yang turut serta melakukan perbuatan, yakni pegawai negara atau penyelenggara negara yang menerima hadiah atau janji padahal diketahui atau patut diduga, bahwa hadiah atau janji tersebut diberikan karena kekuasaan atau patut diduga, bahwa atau kewenangan yang berhubungan dengan jabatannya, atau yang menurut pikiran orang yang memberikan hadiah atau janji tersebut ada hubungan dengan jabatan, sebagaimana diatur dalam Pasal 11 UU No. 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No. 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU No. 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP sebagaimana dalam dakwaan ke dua.

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Suhardi dengan pidana penjara selama 1 tahun 4 bulan dikurangi masa tahanan,"tegas, JPU Yoga Adhyatma dalam persidangan saat dikutip memojatim.

Selain itu JPU juga menjatuhkan pidana denda sebesar Rp 50 juta subsidair 2 bulan kurungan, dan menetapkan terdakwa Suhardi membayar biaya perkara sebesar Rp 5000 ribu rupiah.

Usai mendengarkan pembacaan tuntutan dari JPU, terdakwa Suhardi melalui Penasehat Hukum (PH) nya, Zainal Fanani akan mengajukan nota pembelaan pada sidang berikutnya.

Sebelumnya, dalam kasus ini Kejaksaan Negeri Jombang telah menghukum Kepala Desa Grobogan non aktif, Agus Hadi Cahyono dan sudah divonis oleh Pengadilan Tipikor Surabaya. 

Lantas selanjutnya, dalam proses pengembangan persidangan JPU juga menjadikan Suhardi yang saat itu selaku Kepala Dusun Sukorejo dan Zainul Udin Fairuzi sebagai Kaur Pemerintahan Desa Grobogan sebagai terdakwa berkas terpisah (splising). (rief) 


Posting Komentar