Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : ilustrasi

Sidoarjo-Memo. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Situbondo menghukum kedua terdakwa Hobburridho mantan Kepala Desa (Kades) Sumberrejo dan Abdul Gaffar Samin selaku mantan Sekertaris Desa (Sekda) Sumberrejo, Kecamatan Banyuputih Kabupaten Situbondo Jawa Timur dengan tuntutan 6 tahun kurungan penjara terkait dugaan korupsi Tanah Khas Desa (TKD) yang mengakibatkan kerugian keuangan negara sekitar Rp 500 juta lebih.

Hal tersebut diketahui saat dibacakan dalam persidangan agenda tuntutan diruang Cakra Pengadilan Negeri Tipikor Surabaya pada hari Kamis (5/3) dijalan raya Juanda Sidoarjo.

Dalam surat tuntutannya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Situbondo, Cahya Sangkara Udiana menyebut bahwa, terdakwa secara sah dan meyakinkan telah melakukan perbuatan melawan hukum dengan melakukan tindak pidana korupsi hingga patut dinilai merugikan keuangan negara atau perekonomian negara yang dilakukan secara berlanjut. Menuntut supaya Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Surabaya yang memeriksa dan mengadili perkara ini memutuskan;

"Menjatuhkan pidana kepada terdakwa Hobburridho dengan pidana penjara selama 6 tahun dikurangkan seluruhnya dengan lamanya terdakwa ditahan, dengan perintah terdakwa tetap ditahan dan denda sebesar Rp 200 juta subsidiair 6 bulan kurungan,"kata, JPU Cahya Sangkara Udiana dalam persidangan yang diketuai oleh Dede Suryaman selaku Hakim Ketua dan Emma Ellyani dan Sangadi selaku Hakim Anggota.

Bukan hanya itu, JPU juga menghukum terdakwa Hobburridho untuk membayar Uang Pengganti (UP) sebesar Rp429,800,000 (empat ratus dua puluh sembilan juta delapan ratus ribu rupiah) yang ditanggung secara bersama-sama dengan saksi Abdul Gaffar Samin (terdakwa) berkas terpisah (splising) jika tidak dibayar uang pengganti tersebut selama waktu satu bula setelah putusan Pengadilan mempunyai kekuatan hukum tetap, maka harta bendanya dapat disita dan dilelang oleh Kejaksaan sebagai ganti UP tersebut, dan jika terdakwa tidak memiliki harta benda yang cukup maka dipidana dengan pidana selama 3 tahun penjara.

Sementara hukuman yang sama juga disampaikan untuk terdakwa Abdul Gaffar Samin dituntut 6 tahun kurungan penjara denda Rp 200 juta subsidiair 6 bulan.

Sebelumnya, kedua terdakwa oleh JPU dinilai telah melakukan tindak pidana korupsi secara melawan hukum, melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu koorporasi yang dapat merugikan keuangan negara yang dilakukan secara berlanjut, sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 2 ayat (1) jo, Pasal 18 Undang-Undang RI Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI No 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP jo Pasal 64 ayat (1) KUHP dan Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 UU RI No 31 tahun 1999. Dalam dakwaa ke satu primair dan kedua primair.

Sekedar diketahui produk kasus dugaan korupsi TKD Desa Sumberrejo ini hasil ungkap dari penyidik Tipikor Polres Situbondo hingga menetapkan dua orang mantan Kades dan Sekdes Desa Sumberrejo menjadi terdakwa. Berdasarkan Berita Acara Penyidikan (BAP) Polres Situbondo aksi penyimpangan dilakukan oleh terdakwa sejak tahun 2011 hingga tahun 2016. (rief) 

Posting Komentar