Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : terdakwa saat diadili diruang Sari Pengadilan Tipikor Surabaya. (Arief,memojatim)

Sidoarjo-Memo. Mantan Kades dan Ketua Badan Pemusyawaratan Desa (BPD) Desa Bulusari, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan Jawa Timur, Yudhono dan Bambang Nuryanto diadili di Pengadilan Tipikor Surabaya.

Dua terdakwa Yudhono mantan Kades dan Bambang Nuryanto Ketua BPD diadili karena disangkakan oleh Kejaksaan Negeri Kabupaten Pasuruan  melakukan perbuatan melawan hukum tindak pidana korupsi dengan menyalahgunakan Tanah Khas Desa (TKD) untuk penambangan pasir liar (ilegal) di Dusun Jurangpelen I, Desa Bulusari, Kecamatan Gempol Kabupaten Pasuruan.

Dalam persidangan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Kabupaten Pasuruan, La Ode Tafri Mada membacakan surat tuntutannya menyebutkan bahwa, kedua terdakwa bersalah atas tindak pidana korupsi pemanfaatan TKD seluas 4,6 hektar di Dusun Jurangpelen I, Desa Bulusari periode 2013 hingga 2017. Sehingga mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp 2,9 miliar.

"Menghukum para terdakwa dengan pidana pokok selama 10 tahun, denda Rp 300 juta subsider 8 bulan penjara dan membayar uang pengganti masing-masing terdakwa Rp 1,5 miliar subsider 5 tahun penjara," tegas, JPU, La OdeTafri Mada di hadapan Majelis Hakim Rochmad selaku Hakim Ketua dan Andriano serta Samhadi sabagai Hakim Anggota dikutip memojatim hari Jumat (6/3).

Jaksa menilai, kedua terdakwa melanggar Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 Undang-Undang RI Nomor 30 tahun 2002 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo Pasal 64 ayat (1) KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke 1.

Usai mendengarkan surat pembacaan tuntutan dari Jaksa, terdakwa melalui Penasehat Hukumnya, Suryono Pane menyatakan, akan mengajukan Pledoi (Nota Pembelaan) pada sidang berikutnya. (rief)

Posting Komentar