Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : dua terdakwa saat dipersidangan. (Arief,memojatim)

Sidoarjo-Memo. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember, Triyono Yulianto dan Siti Sumartiningsih menghukum dua terdakwa terkait dugaan kasus korupsi dana renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Pemkab Jember Jawa Timur tahun anggara 2017 dengan tuntutan hukuman yang berbeda.

Pasalnya, dalam sidang lanjutan dengan agenda pembacaan tuntutan oleh JPU Kejari Jember dua terdakwa yakni, Diyan Lucky Puspitasari selaku pelaksana proyek dituntut pidana 3 tahun kurungan penjara denda Rp 50 juta subsidair 6 bulan. Sementara terdakwa Muhammad Ridwan Sidiq sebagai pilik toko penyuplai bahan bangunan dituntut pidana penjara selama 1 tahun 6 bulan dan denda sebesar Rp 50 juta subsidair 6 bulan.

Menuntut, supaya Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Surabaya yang memeriksa dan mengadili perkara ini memutuskan, "Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Diyan Lucky Puspitasari dengan pidana penjara selama 6 tahun denda Rp 50 juta subsidair 6 bulan, dikurangi selama dalam tahanan," tegas, JPU Kejari Jember, Triyono Yulianto pada persidangan yang digelar diruang Cakra Pengadilan Tipikor Surabaya saat dikutip memojatim.

Dalam surat tuntutan juga disebutkan, terdakwa Diyan Lucky Puspitasari diwajibkan membayar Uang Pengganti (UP) sebesar Rp 476,229,600 juta dengan ketentuan apabila tidak dibayar setelah ada kekuatan hukum tetap harta bendanya dapat disita oleh Jaksa, dan apabila harta benda tidak mencukupi maka diganti dengan pidana penjara selama 1 tahun 3 bulan.

Namun, kedua terdakwa dinyatakan tidak terbukti melakukan tindak pidana sebagaimana dimaksud Pasal 2 ayat (1) jo, Pasal 18 UU RI Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU RI No. 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI No 31 tahun 1999 tentang perubahan tindak pidana korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP dalam dakwaan Primair.

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Muhammad Ridwan Sidiq dengan pidana penjara selama 1 tahun 6 bulan, dikurangi selama masa tahanan dan denda Rp 50 juta subsidair 6 bulan kurungan,"ucap, JPU Triyono Yulianto dpersidangan hari Kamis (5/3).

Sekedar diketahui, kasus bantuan RTLH ini menyeret Dian Lucki Puspitasari anggota Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Karangrejo, Kecamatan Sumbersari sekaligus selaku pelaksana proyek dan Muhamad Ridwan Sidiq selaku pemilik toko penyuplai bahan bangunan untuk program Renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Pemkab Jember tahun anggaran 2017 sebagai terdakwa. 

Namun, pada pelaksanaannya terdakwa diduga tidak melaksanakan sesuai dengan Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) dan Petunjuk Teknis (Juknis) renovasi Rumah Tidak Layak Huni. Sehingga mengakibatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp 476. 529. 600 berdasarkan dari perhitungan Inspektorat Pemkab Jember Jawa Timur atas anggaran yang dikucurkan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Pemkab Jember. (rief)

Posting Komentar