Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : terdakwa saat diadili di Pengadilan Tipikor Surabaya. (Arief,memojatim)

Sidoarjo-Memo. Terdakwa mantan Lurah Desa Patokan, Kecamatan Kota, Kabupaten Situbondo Jawa Timur, Uni Suroyo kembali diadili di Pengadilan Tipikor Surabaya pada hari Kamis (20/2/2020) di jalan raya Juanda Sidoarjo. Terdakwa diadili karena diduga melakukan tindak pidana korupsi hingga merugikan keuangan negara senilai Rp 80 juta lebih.

Dalam surat tuntutan menyebutkan, supaya Majelis  Hakim Pengadilan Tipikor Surabaya selaku yang memeriksa dan mengadili perkara ini agar memutuskan, menyatakan tetdakwa Uni Suroyo terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi, yang melakukan, menyuruh melakukan atau turut serta melakukan secara melawan hukum, melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atas suatu koorporasi, yang didapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara yang dilakukan secara berlanjut, sebagaimana diatur, dan diancam pidana dalam Pasal 2 ayat (1) jo, Pasal 18 Undang-Undang RI Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas Undang Undang RI Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke- 1 KUHP jo Pasal 64 ayat (1) KUHP dalam dakwaan Primair.

"Menjatuhkan pidana pada terdakwa Uni Suroyo dengan pidana penjara 5 tahun dikurangkan seluruhnya lamanya terdakwa ditahan, dengan perintah agar terdakwa tetap ditahan dan denda sebesar Rp 200 juta subsidair 6 bulan kurungan,"tegas, Jaksa Penuntut Umum Kejari Situbondo, Cahya Sangkara Udiana saat membacakan amar tuntutan dikutip memojatim.

Selain itu terdakwa mantan Lurah Patokan, Uni Suroyo juga dihukum untuk membayar Uang Pengganti (UP) sebesar Rp 89.752 737 (delapan puluh sembilan juta tujuh ratus lima puluh dua ribu tujuh ratus tiga puluh tujuh rupiah) dengan ketentuan apabila tetdakwa tidak membayar uang pengganti tersebut dalam waktu satu bulan sesudah putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap, maka harta bendanya dapat disita oleh jaksa untuk menutupi uang pengganti tetsebut.

Sekedar diketahui, mantan Lurah Patokan, Kecamatan Kota Situbondo, Uni Suroyo dijadikan terdakwa hasil ungkap Polres Situbondo atas dugaan korupsi belanja langsung di Kelurahan Patokan  tahun anggaran 2013 hingga 2014 hingga menimbulkan kerugian keuangan negara Rp 80 juta lebih. (rief) 

Posting Komentar