Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : terdakwa Henry J Gunawan saat menyampaikan pembelaan di Pengadilan Negeri Sidoarjo. (Arief,memojatim)

Sidoarjo-Memo. Terdakwa Ceng Liang alias Henry Jocosity Gunawan selaku Bos PT Gala Bumi Perkasa (GBP) menyampaikan nota pembelaannya didalam persidangan yang digelar diruang Sari Pengadilan Negeri (PN) Sidoarjo pada hari Senin (24/2/2020). Sidang dengan agenda duplik dari lima terdakwa dalam perkara penyerobotan dan pemalsuan lahan Pusat Koperasi Karyawan (Puskopkar) Jawa Timur itu, masing-masing terdakwa menyampaikan pembelaannya dihadapan Majelis Hakim yang diketuai  Achmad Peten Sili selaku Hakim Ketua.

Dipersidangan terdakwa Henry J Gunawan dalam menyampaikan pembelaannya menyatakan bahwa, tidak pernah membahas atau membicarakan pelepasan tanah di Desa Pranti, bahkan terdakwa Henry J Gunawan menuding terdakwa lain yang bersalah terkait pemalsuan akta otentik pelepasan tanah Puskopkar Jatim yang berada di Desa Pranti Kecamatan Sedati Sidoarjo.

"Saya tidak pernah membicarakan pelepasan tanah di Desa Pranti, karena saat itu saya bukan pengurus PT Gala Bumi Perkasa,"dalih, terdakwa Henry J Gunawan saat dikutip memojatim.

Selain menuding terdakwa lain bersalah, terdakwa Henry J Gunawan juga meminta pada Majelis Hakim untuk membebaskannya karena merasa tidak bersalah.

Sementara, untuk empat terdakwa yang lain, Reny Susetyowardhani bos PT Dian Fortuna Erisindo, Notaris Dyah Ekapsari Nuswantari, Notaris Yuli Ekawati sekaligus legal PT GBP dan Notaris Umi Chalsum juga menyampaikan duplik nya secara bergantian.

Usai mendengarkan pembacaan duplik dari ke lima terdakwa, Majelis Hakim memutuskan akan menyampaikan putusan (vonis) terhadap lima terdakwa pada sidang berikutnya.

"Sudah ya, sudah tidak ada tanggapan lagi. Kita tetap jatuhkan vonis pada sidang berikutnya tanggal 9 Maret 2020,"tegas, Hakim Ketua Achmad Petem Sili sambil mengakhiri jalannya persidangan dengan mengetok palu tiga kali.

Sekedar diketahui, modus kasus dugaan pemalsuan akta otentik tanah, yang semula atas nama badan, dialihkan atau
Dijual yang mengarah perorangan. Dalam penyidikannya, Bareskrim Mabes Polri mengungkap tanah seluas 25 hektar itu
Adalah milik Puskopkar Jatim. Tanah ini, sebelumnya masih atas nama Iskandar yang dikuasakan Puskopkar Jatim yang
Menjabat sebagai Ketua Divisi Perumahan. Namun sesudah Iskandar meninggal, tanah itu diduga dikuasai atau diakui
Reny Susetyowardhani sebagai anak dari almarhum Iskandar. 

Seiring waktu berjalan, tanah itu dijual Reny dengan dugaan memalsukan sejumlah dokumen dan dibeli Cen Liang alias Henry Jocosity Gunawan dengan uang muka sekitar Rp 3 miliar.

Setelah memberikan uang muka itu, Henry J Gunawan membangun pergudangan yang diperjualbelikan di atas area seluas 25
Hektar itu. Kenekatan Henry J Gunawan oleh Bareskrim Mabes Polri dianggap telah merugikan Puskopkar Jatim senilai Rp
300 miliar. 

Selanjutnya, Bareskrim Mabes Polri menetapkan kasus dugaan pemalsuan akta otentik itu diduga dilakukan lima terdakwa. Yakni Cen Liang alias Henry Jocosity Gunawan selaku Direktur Utama (Dirut) PT Gala Bumi Perkasa dan Reny Susetyowardhani (anak H Iskandar almarhum) sekaligus Dirut PT Dian Fortuna Erisindo, Notaris Umi Chalsum,
Notaris Yuli Ekawati dan Notaris Dyah Nuswantari Ekapsari. (rief) 

Posting Komentar