Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : Bos PT GBP Ceng Liang alias Henry J Gunawan saat diadili di Pengadilan Negeri Sidoarjo. (Arief,memojatim)

Sidoarjo-Memo. Lima terdakwa memasuki ruang sidang Utama Delta Kartika Pengadilan Negeri (PN) Sidoarjo pada hari Senin (17/2/2020) untuk mengikuti proses sidang lanjutan dengan agenda pembacaan tanggapan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Sidoarjo.

Dalam pembacaan tanggapan yang dibaca secara bergantian atas lima terdakwa Jaksa Penuntut Umum menilai kelima terdakwa yaitu, Ceng Liang alias Henry Jocosity Gunawan selaku bos PT Gala Bumi Perkasa (GBP), Yuli Ekawati selaku legal PT GBP, Reny Susetyowardhani sebagai Dirut PT Dian Fortuna Erisindo, Umi Chalsum dan Dyah Nuswantari Ekahapsari sebagai Notaris di Sidoarjo.

Penuntut umum menilai, meskipun terdakwa Ceng Liang alias Henry J Gunawan tidak masuk dalam struktural PT GBP namun mempunyai peran sentral dalam perkara yang merugikan Pusat Koperasi Karyawan (Puskopkar) Jawa Timur tersebut.

"Sebagaimana diterangkan saksi Reny (terdakwa) soal penawaran harga obyek tanah selalu bertemu dengan terdakwa Henry. Termasuk, pembayaran tanah senilai Rp 3 miliar melalui Bilyet Giro (BG) atas nama Henry J Gunawan dan dikuatkan dengan saksi Lee You Hin,"kata, Jaksa Penuntut Umum, Budhi saat dikutip memojatim hari Senin (17/2/2020).

JPU Kejaksaan Negeri Sidoarjo juga memaparkan, sesuai pada tuntutan terungkap fakta hukum bahwa perbuatan terdakwa Henry J Gunawan patut dipandan berdiri sendiri. Sebab, memerintah terdakwa Yuli Ekawati (berkas terpisah) untuk memasukan keterangan palsu ke akta otentik 01 dan menjual gudang yang dibangun diatas lahan seluas 20 hektar di Desa Pranti, Kecamatan Sedati Kabupaten Sidoarjo.

Sementara, akta 01 yang dibuat oleh terdakwa Umi Chalsum (berkas terpisah) selaku notaris pengganti Soeharto (alm) tersebut perjanjian
Pengikatan jual beli (PPJB) antara Reny Setyowardani, Direktur PT Dian Fortuna Erisindo (berkas terpisah) dengan PT
GBP yang hanya yang hanya didasarkan pada surat pelepasan hak (SPH).

"Sesuai keterangan saudara Urip Santoso, ahli pertanahan yang dihadirkan terdakwa berpendapat bahwa PPJB itu tidak
Bisa dijadikan dasar peralihan jual beli antar PT (perseroan terbatas) sebelum adanya SHGB (sertifikat hak guna
Bangunan) sebagai alas hak," terang, Jaksa Budhi.

Namun faktanya, lahan yang dikuasai terdakwa Henry J Gunawan tersebut dan didirikan bangunan hingga terjual ke sejumlah user bukanlah Milik PT Dian Fortuna Erisindo, melainkan milik Puskopkar Jatim sesuai surat pelepasan hak (SPH) dari 6 desa kepada
Iskandar, sebagai Kepala Devisi Puskopkar Jatim.

Untuk itulah, Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Sidoarjo meminta Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Sidoarjo untuk menolak pembelaan terdakwa Henry J Gunawan dan tetap meminta majelis hakim menghukum terdakwa Henry J Gunawan selama 6 tahun penjara karena melanggar pasal 266 KUHP.

Hal sama juga disampaikan JPU Andik, Lesya dan Ridwan yang menolak pembelaan terdakwa Reny Susetyowardhani, Dirut PT
Dian Fortuna Erisindo dan memvonis terdakwa Reny hukuman 5 tahun 6 bulan penjara. Dan tiga notaris lainnya yaitu
Yuli Ekawati yang juga legal PT GBP kemudian Dyah Ekapsari Nuswantari dan Umi Chalsum dan meminta majelis hakim menvonis sesuai dengan dituntut yakni dengan hukuman sama yaitu dituntut 5 tahun penjara karena melanggar pasal 264 KUHP.

Diberitakan sebelumnya, modus kasus dugaan pemalsuan akta otentik tanah, yang semula atas nama badan, dialihkan atau dijual yang mengarah perorangan. 

Dalam penyidikannya, Bareskrim Mabes Polri mengungkap tanah seluas 25 hektar itu adalah milik Puskopkar Jatim. Tanah ini, sebelumnya masih atas nama Iskandar yang dikuasakan Puskopkar Jatim yang menjabat sebagai Ketua Divisi Perumahan. Namun sesudah Iskandar meninggal, tanah itu diduga dikuasai atau diakui Reny Susetyowardhani sebagai anak dari almarhum Iskandar. 

Seiring waktu berjalan, tanah itu dijual Reny dengan dugaan memalsukan sejumlah dokumen dan dibeli Cen Liang alias Henry Jocosity Gunawan dengan uang muka sekitar Rp 3 miliar.

Setelah memberikan uang muka itu, Henry J Gunawan membangun pergudangan yang diperjualbelikan di atas area seluas 25 hektar itu.

Kenekatan Henry J Gunawan oleh Bareskrim Mabes Polri dianggap telah merugikan Puskopkar Jatim senilai Rp
300 miliar. 

Selanjutnya, Bareskrim Mabes Polri menetapkan kasus dugaan pemalsuan akta otentik itu diduga dilakukan lima terdakwa. Yakni Cen Liang alias Henry Jocosity Gunawan selaku Direktur Utama (Dirut) PT Gala Bumi Perkasa dan Reny Susetyowardhani (anak H Iskandar almarhum) sekaligus Dirut PT Dian Fortuna Erisindo, Notaris Umi Chalsum,
Notaris Yuli Ekawati dan Notaris Dyah Nuswantari Ekapsari. (rief) 

Posting Komentar