Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : tiga terdakwa OTT SDN 2 Banyuanyar Sampang saat diadili di Pengadilan Tipikor Surabaya. (Arief,memojatim)

Sidoarjo-Memo. Sidang lanjutan kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) proyek pembangungan SDN 2 Banyuanyar Sampang yang menyeret tiga orang sebagai terdakwa yakni, Achmad Rojiun selaku mantan Kasi Sarpras Dinas Pendidikan Sampang, Edi Wahyudi selaku Staf, dan Edi Purnawan sebagai mantan Kepala Sekolah SDN 4-5 Banyuanyar Sampang, masing-masing terdakwa berkas terpisah (splishing).

Sidang kali ini ketiga terdakwa dimintai keterangannya untuk menjadi saksi atas masing-masing terdakwa. Dalam persidangan terdakwa Achmad Rojiun menuding bahwa, dirinya tidak pernah memerintah terdakwa Edi Wahyudi untuk menarik iuran ke setiap sekolah yang menerima bantuan.

"Saya tidak pernah memerintahkan (Edi Wahyudi). Itu dari Kepala Dinas,"ucap, saksi Achmad Rojiun (terdakwa) saat memberikan kesaksian diruang Cakra Pengadilan Tipikor Surabaya hari Kamis (20/2/2020) dikutip memojatim.

Selanjutnya, Hakim Ketua Dede Suryaman menanyakan pada terdakwa Achmad Rojiun terkait berapa sekolah yang telah memberi potongan 12. 1/2% itu. 

"Yang bapak terima dari kepala sekolah itu kepala sekolah mana aja, yang masuk kepada bapak?,"tanyak, Hakim Ketua Dede Suryaman, dan dijawab saya lupa, ada yang tidak menyetor.

Selain itu terdakwa Achmad Rojiun juga mengaku bahwa, dirinya juga tidak pernah memerintahkan terdakwa mantan Kepala Sekolah Edi Purnawan untuk menarik potongan secara kolektif.

"Itu dari kepala dinas, cuman saya tahu Edi Purnawan narik secara kolektif,"kata terdakwa Achmad Rojiun.

Setelah memberikan keterangan saksi Achmad Rojiun langsung dibantah oleh terdakwa Edi Wahyudi dan menuding bahwa, dirinya menarik potongan tersebut atas perintah saksi Achmad Rojiun yang juga terdakwa dan selaku atasannya dalam perkara ini.

"Saya hanya sebatas menyampaikan ke bu Endang, saya menyampaikan sesuai perintah atasan saya pak Rojiun,"kata, terdakwa Edi Wahyudi didalam persidangan.

Sekedar diketahui, kasus Pungutan Liar (Pungli) permintaan fee terkait pembangunan RKB SDN Banyuanyar 2 Sampang, Madura, Jawa Timur ini berhasil diungkap oleh penyidik Kejari Sampang melalui Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap terdakwa mantan Kasi Sarpras Dinas Pendidikan Sampang, Achmad Rojiun, staf Edi Wahyudi dan Kepala SDN Banyuanyar 4-5, Edi Purnawan sebagai tersangka.

Saat itu, Edi Purnawan menyerahkan uang sebesar Rp75 juta kepada Achmad Rojiun yang didampingi Edi Wahyudi di Jalan Raya Banyuanyar, uang tersebut diduga merupakan fee yang ditarik dari SDN Banyuanyar 2 Sampang. (rief)

Posting Komentar