Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : Khoirul Anam saat konfrensi pers. (Marsuk,memojatim)

Surabaya-Memo. Usai permohonan kasasinya diterima Mahkamah Agung (MA) H. Choirul Anam yang akrap disapa Cak Anam melakukan konfrensi pers pada hari Jumat (14/2/2020) diruang Musium NU Surabaya.

Kepada sejumlah media Cak Anam menyatakan siap melakukan perlawanan upaya hukum sampai titik penghabisan dengan di dampingi tim Penasehat Hukum (PH) nya dari LBH Astranawa yang terdiri dari, Andi Mulia selaku Direktur LBH Astranawa, Taufik Hidayat, Syaiful, Samsul Arifin anggota LBH Astranawa.

Cak Anam menilai bahwa, eksekusi atas tanah dan gedung Astranawa oleh Pengadilan Negeri (PN) Surabaya berdasarkan putusan nomor 86/Pdt.G/2016/PN.Sby dan 770 adalah cacat hukum.

"Karena eksekusi dilaksanakan pada saat proses hukum belum tuntas,"ucap, Cak Anam saat dikutip memojatim.

Bahkan masih lanjut Cak Anam menyebutkan, ada intervensi Muhaimin Iskandar atas putusan hukum sengketa tanah dan gedung Astranawa. Maka itu pihaknya akan terus mencari keadilan untuk melakukan upaya hukum saat ini, ada empat langkah upaya hukum yang akan ditempuh yakni, melalui Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), Gugatan Perlawanan Eksekusi, Kasasi Perkara 770 dan Peninjauan Kembali (PK) atas perkara nomor 86.

"Eksekusi kemarin menyakitkan sekali, itu adalah perampokan menggunakan baju industri hukum,"ujarnya.

Sementara saat disinggung soal masuknya PKB DPW Jatim dalam perkara gugatan 024/VIII/YKP/SP/2000, Direktur LBH Astranawa, Andi Mulia menyatakan, seharusnya PKB tidak boleh ikut. Karena obyek gugatan berupa surat persetujuan 024/VIII/YKP/SP/2000 yang di tanda tangani Sunarto (Walikota Surabaya/Dewan Pengurus YKP) untuk Sartono selaku Direktur YKP.

"Apa kapasitas PKB?, karena yang kita uji keabsahan (Tata Usaha Negara) berupa SP tersebut,"kata, Direktur LBH Astranawa, Andi Mulia.

Selain itu Andi menambahkan, kalau PKB masuk kuasa hukumnya harus dari DPP PKB karena mengacuh pada UU Parpol kedudukan partai itu dipusat. (mk/rief)

Posting Komentar