Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : terdakwa Edy Heri Rispati saat menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor Surabaya. (Arief,memojatim)

Sidiarjo-Memo. Ngemplang (korupsi) atas dugaan dana hibah sebesar Rp 3.883.480.409, (tiga miliar delapan ratus delapan puluh tiga juta empat ratus delapan puluh ribu empat ratus sembilan rupiah) terdakwa mantan Ketua Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Cabang Kota Pasuruan periode tahun 2015-2019, Edy Heri Respati di tuntut 8 tahun penjara denda Rp 300 juta subsider 6 tahun 6 bulan, serta diwajibkan membayar Uang pengembalian sebesar Rp 3,8 miliar oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Pasuruan.

Dalam surat tuntutan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Kota Pasuruan, Widodo dan Putri menyatakan, terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan tindak pidana korupsi merugikan keuangan negara, dan terdakwa tidak ada upaya untuk mengembalikan kerugian keuangan negara.

Supaya Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tipikor Surabaya yang memeriksa dan mengadili perkaran untuk menyatakan terdakwa Edy Heri Rispati terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana diatur pada Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 Undang-Undang RI Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana  korupsi sebagaimana dalam dakwaan Primair.

"Menyatakan tuntutan 8 tahun denda Rp 300 juta subsider 6 bulan kurungan, serta diwajibkan membayar uang pengembalian sebesar Rp 3,8 bila mana tidak dibayar satu bulan tidak dibayar setelah mempunyai kekuatan hukum tetap maka aset terdakwa bisa disita kejaksaan dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut, dan bila terdakwa tidak punya harta benda yang mencukupi untuk membayar uang pengganti tersebut maka diganti dengan pidana penjara selama 4 tahun,"ucap, JPU Widodo dimuka persidangan yang diketuai Dede Suryaman selaku Hakim Ketua.

Selain itu penuntut umum juga menambahkan, beberapa barang bukti dikembalikan ke Dispora ada yang dirampas untuk dimusnakan.

Atas tuntutan tersebut terdakwa langsung mengajukan nota keberatan yang akan digelar pada sidang berikutnya. 

Sebelumnya, pada terdakwa Edy Hari Respati dinilai berdasarkan petikan Surat Keputusan Walikota Pasuruan Nomor : 821.27/03/423.202/SK/2012 tentang pengangkatan dalam jabatan, tertanggal 22 Oktober 2012 serta selaku Ketua PSSI Pengurus Cabang Kota Pasuruan, berdasarkan Surat Keputusan Pengurus Provinsi PSSI Jawa Timur  Nomor : SKEP/007/Pengprov-Jatim/II/2011 tanggal 2 Pebruari 2011. Bahwa perbuatan terdakwa Edy Hari Respati telah merugikan keuangan negara atau perekonomian negara sebesar Rp 3.883.480.409, (tiga miliar delapan ratus delapan puluh tiga juta empat ratus delapan puluh ribu empat ratus sembilan rupiah) sebagaimana laporan hasil audit BPKP Perwakilan Provinsi Jawa Timur Nomor : SR- 830/PW13/5/2018 tanggal 24 Oktober 2018. (rief) 

Posting Komentar