Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : terdakwa Darmawan saat persudangan.(Arief,memojatim)

Sidoarjo-Memo. Sidang kasus korupsi dana hibah Jaringan Aspirasi Masyarakat (Jasmas) Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kembali digelar di ruang Cakra Pengadilan Tipikor Surabaya di jalan raya Juanda Sidoarjo pada hari Jumat (28/2). Sidang kali ini beragendakan pembacaan tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Tanjung Perak terhadap terdakwa Darmawan atas dugaan korupsi dana hibah Pemkot Surabaya tahun 2016 untuk program jasmas.

Surat tuntutan tersebut dibacakan JPU dihadapan majelis hakim yang diketuai Hisbullah Idris beserta Lufsiana dan Bagus Yus Yunianto selaku Hakim Anggota.

Dalam tuntutannya itu, JPU menyatakan terdakwa Darmawan telah terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi. 

Darmawan dianggap melakukan maupun menyuruh melakukan dan yang turut serta melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri dengan tujuan menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau sesuatu suatu korporasi, menyalahgunaan kewenangan, kesempatan atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau kedudukan yang merugikan keuangan negara atau perekonomian negara.

"Terdakwa Darmawan dinyatakan terbukti bersalah melanggar pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo. Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHPidana sebagaimana dalam dakwaan subsidair jaksa penuntut umum," terang, JPU M. Fadhil dikutip Kantor memojatim saat pembacaan tuntutan hari Jum'at (28/2).

Ia menambahkan, setelah terbukti bersalah sesuai pasal uang disangkakannya maka JPU mengambil kesimpulan tuntutan sesuai dengan perbuatan yang dilakukan terdakwa Darmawan.

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Darmawan dengan pidana penjara selama tiga tahun dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanansementara dengan perintah agar terdakwa tetap ditahan," tegasnya.

Tak hanya kurungan badan, terdakwa Darmawan juga dijatuhi pidana denda. Apabila denda tersebut tak dibayar maka dapat digantikan dengan hukuman kurungan badan.

"Menjatuhkan pidana denda sebesar Rp 100 juta dengan ketentuan apabila pidana denda tersebut tidak dibayar maka di ganti dengan pidana kurungan selama enam bulan,"jelasnya.

Tuntutan yang memberatkan itu lanjut M. Fadhil lantaran terdakwa Darmawan tidak mendukung program pemerintah dalam pemberatasan tindak pidana korupsi serta perbuatan terdakwa dilakukan di tengah-tengahkeadaan masyarakat yang jauh dari kata sejahtera.

"Sedangkan yang pertimbangan yang meringankan, diantaranya terdakwa tidak pernah di pidana, terdakwa bersikap sopan selama persudangan," pungkasnya.

Seperti diberitakan dalam kasus ini Kejari Tanjung Perak telah menuntaskan perkara dugaan korupsi dana hibah Pemkot Surabaya untuk program jasmas.

Sudah ada enam terdakwa yang sudah menjalani hukuman di cabang rutan klas I Surabaya pada Kejati Jatim.

Keenam terdakwa itu diantaranya anggota DPRD Surabaya Ratih Retnowati serta lima mantan anggota DPRD Surabaya periode 2014-2019 yakni Sugito, Syaiful Aidy, Dini Rijanti Darmawan dan Binti Rochma.

Ada juga pihak swasta sebagai pelaksana proyek yaitu Agus Setiawan Tjong yang sudah divonis selama 6 tahun penjara dan saat ini masih proses kasasi.

Agus Setiawan Tjong merupakan pelaksana proyek pengadaan terop, kursi, meja, dan sound system pada 230 RT di Surabaya.

Dari hasil audit BPK, Proyek pengadaan program Jasmas tersebut bersumber dari APBD Pemkot Surabaya, tahun 2016 dan merugi mencapai Rp 5 miliar akibat adanya selisih angka satuan barang yang dimainkan oleh Agus Setiawan Tjong.

Informasi yang dihimpun, program Jasmas ini merupakan produk dari sejumlah oknum DPRD kota Surabaya yang telah diperiksa penyidik. Diduga tanpa peran ke enam sang legislator itu, program Jasmas dalam bentuk pengadaan ini tidak akan terjadi.

Penyimpangan dana hibah ini bermodus pengadaan. Ada beberapa pengadaan yang dikucurkan oleh Pemkot Surabaya, diantaranya untuk pengadaan terop, kursi chrom, kursi plastik, meja, gerobak sampah, tempat sampah dan sound system. (rief) 

Posting Komentar