Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : dua terdakwa mantan Kepala Dinas Pendidikan Pemkab Sampang, Jupri Riyadi dan Kasi Sarpras, Achmad Rojiun saat diadili. (Arief,memojatim)

Sidoarjo-Memo. Aparatur Sipil Negara (ASN) mantan Kepala Dinas Pendidikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang, Jupri Riyadi dan Kasi Sarana dan Prasarana (Sarpras) Achmad Rojiun dua terdakwa terkait korupsi proyek pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) SMP Negeri 2 Ketapang Sampang 
hingga menimbulkan kerugian keuangan negara senilai Rp 134 juta yang dikucurkan dari anggaran APBD tahun anggaran 2016.

Keduanya kembali disidangkan di Pengadilan Tipikor Surabaya di jalan raya Juanda Sidoarjo pada hari Jumat (21/2/2020). Terdakwa menjalani persidangan dengan agenda putusan dari Majelis Hakim yang dibaca oleh Hakim Ketua I Wayan Sosiawan.

Majelis Hakim menilai, terdakwa Achmad Rojiun dinilai terbukti bersalah sesuai dakwaan subsider yakni Pasal 3 UU No.31 tahun 1999 jo UU No.20 tahun 2001 tentang Tipikor jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

"Menjatuhkan hukuman pidana kepada terdakwa Achmad Rojiun hukuman penjara selama 1 tahun 3 bulan denda Rp 50 juta subsider 1 bulan,"tegas, Hakim Ketua I Wayan Sosiawan saat dikutip memojatim dipersidangan diruang Cakra Pengadilan Tipikor Surabaya.

Selain itu Majelis Hakim juga menegaskan, terdakwa Achmad Rojiun dalam putusan tersebut tidak mendapat potongan tahanan dikarenakan dalam perkara ini terdakwa tidak ditahan, melainkan ditahan dalam perkara lain.

Sementara, terdakwa mantan kepala Dinas Pendidikan Pemkab Sampang, Jupri Riyadi divonis 1 tahun kurungan penjara denda Rp 50 juta subsider 1 bulan dengan potong masa tahanan.

Usai mendengar amar putusan yang dibaca Majelis Hakim, terdakwa menyatakan, masih pikir-pikir setelah berdikusi dengan Penasehat Hukumnya.

"Saya pikir-pikir yang mulia,"ucap, terdakwa.

Hal serupa juga disampaikan Jaksa penuntut Umum (JPU) Kejari Sampang, Moch Hasan atas putusan Majelis Hakim tersebut menyampaikan, "kami pikir-pikir yang mulia,"tuturnya.

Sekedar diketahui, eks Kepala Dinas Pendidikan Pemkab Sampang, Jupri Riyadi dan Kasi Sarpras, Achmad Rojiun dijerat dalam perkara ini karena keduanya diduga kuat turut bertanggung jawab atas kasus ambruknya pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) SMP Negeri 2 Ketapang Kabupaten Sampang. 

Dalam perkara korupsi  proyek pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) SMP Negeri 2 Ketapang, Sampang, Madura dengan nilai total anggaran Rp134 juta ini, bermula ketika CV Amor Palapa milik terdakwa Abd  Aziz dipinjam oleh terdakwa Mastur Kiranda untuk kepentingan yang berkaitan dengan legitimasi memperoleh dan menjadi pelaksana proyek.

Selanjutnya Direktur CV Amor Palapa Abd Aziz diberi uang senilai Rp2,5 juta karena telah meminjamkan CV-nya, sebagaimana sudah menjadi kebiasaan di wilayah itu. Berikutnya, Mastur Kiranda berhasil menjadi pelaksana proyek pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) di SMPN 2 Ketapang berkat pinjam nama CV milik terdakwa.

Namun, dalam perkembangannya,  Mastur Kiranda tidak mengerjakan sendiri proyek tersebut melainkan masih disubkontrakkan kepada kontraktor lainnya yakni, Noriman.

Selanjutnya, Mastur Kiranda tidak menyerahkan biaya proyek RKB SMP Negeri 2 Ketapang, Sampang itu, sepenuhnya, yakni Rp134 juta kepada Noriman. Ia hanya menyerahkan uang Rp75 juta. Lantas, Noriman mengerjakan proyek RKB SMP Negeri 2 Ketapang itu, sesuai dengan anggaran yang diterimanya. Hasilnya, gedung RKB tersebut ambruk tak lama setelah dinyatakan tuntas dan selesai pembangunannya.

Dalam perkara ambruknya pembangunan Ruang kelas Baru (RKB) SMP Negeri 2 Ketapang tersebut menyeret total 7 orang menjadi terdakwa yakni, Abdul Aziz selaku Dirut CV Palapa, Mastur Kirana sebagai pemenang proyek, Noriman sebagai Subkontraktor, Didi Riyadi dan Sofyan selaku konsultan proyek (masing-masing sudah divonis), serta Jupri Riyadi dan Achmad Rojiun.

Sementara terdakwa Achmad Rojiun juga terdapat tidak pidana lain yaitu kasus Operasi Tangkap Tangan terkait pemberian fee 12,1/2% dari setiap Kepala sekolah yang mendapatkan bantuan. (rief)

Posting Komentar