Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : terdakwa Edy Heri Rispati saat diadili di Pengadilan Tipikor Surabaya. (Arief,memojatim)

Sidoarjo-Memo. Sidang lanjutan kasus perkara korupsi dana hibah PSSI Cabang Kota Pasuruan diwarnai interupsi terdakwa mantan Ketua Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Cabang Kota Pasuruan periode tahun 2015-2019, Edy Heri Respati saat persidangan di ruang Cakra Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya di jalan raya Juanda Sidoarjo pada hari Kamis (20/2/2020).

Sidang yang beragendakan pembacaan tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Kota Pasuruan tersebut menuntut terdakwa dengan hukuman pidana 8 tahun penjara denda Rp 300 juta subsider 6 tahun 6 bulan, serta diwajibkan membayar Uang Pengembalian (UP) sebesar Rp 3,8 miliar.

Usai pembacaan tuntutan yang oleh JPU, Widodo dan Putri, terdakwa Edy Heri Rispati yang didampingi Penasehat Hukum (PH) nya Sudiono melakukan interupsi kepada Majelis Hakim Dede Suryaman dan mempertanyakan penetepan tersangka Ketua DPRD Kota Pasuruan. 

"Mohon izin yang mulia untuk penetapan tersangka Ketua DPRD Kota Pasuruan (Ismail Marjuki),"tanyak, terdakwa Edy Heri Rispati dalam persidangan diruang Cakra Pengadilan Tipikor Surabaya saat dikutip memojatim.

Terkait interupsi pertanyaan tetdakwa tersebut Hakim Ketua Dede Suryaman menyampaikan agar terdakwa melalui penasehat hukumnya menanyakan ke Panitra Pengadilan Tipukor Surabaya dan berkordinasi dengan penuntut umum.

Pertanyaan dari terdakwa tersebut seolah-olah menggambarkan adanya proses pengembangan dalam fakta persidangan yang lambat atas penetapan tersangka Ketua DPRD Kota Pasuruan.

Ditemui usai persidangan terdakwa Edy Heri Rispati menyampaikan, dirinya sangat keberatan atas tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum dan mengaku tidak membawa uang yang disangkakan. Namun, yang membawa uangnya tersebut adalah mantan Wali Kota Pasuruan.

"Saya tidak mau terima, soalnya saya tidak bawa duitnya yang bawa duitnya mereka H. Hasani (alm) selaku Walikota dan Ketua DPRD, saya hanya menjalankan perintah saja bawa duitnya kesana,"akuh, terdakwa Edy Heri Rispati saat dikonfirmasi usai persidangan.

Perlu diketahui, perkara korupsi dana hiba di PSSI Cabang Kota Pasuruan yang dikucurkan dari Anggara Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Pasuruan tahun 2015 sebesar Rp 4.99 miliar ini bermula dari berhasil diungkapnya oleh penyidik Direskrimsus Polda Jatim.

Terdakwa dalam melakukan aksinya melakukan beberapa modus operandi yaitu dengan membuat propsal fiktif dari 8 proposal sejumlah kegiatan sebagai berikut, Pembinaan Usia Remaja/Liga Remaja, Porprov Jatim 2015, Kompetisi U-12 Antar Kelurahan se- Kota Pasuruan, Kegiatan Tahunan Askot PSSI Pasuruan, Pembinaan Tim Futsal Kota Pasuruan, Kopetisi Piala Kemerdekaan Antar Club Internal 2015 dan Kompetisi Internal U- 17. Dari 8 kegiatan yang direalisasikan hanya 3 kegiatan, sedangkan 5 kegiatan diketahui fiktif. (rief)

Posting Komentar