Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : saksi ahli saat menyampaikan keterangnnya di Pengadilan Negeri Sidoarjo. (Arief,memojatim)

Sidoarjo-Memo. Sidang dengan agenda saksi ahli dari terdakwa Henry J Gunawan dan Yuli Ekawati atas perkara dugaan tindak pidana penyerobotan dan pemalsuan akta lahan Puskopkar Jatim pada hari Senin (20/1) diruang Utama Delta Kartika Pengadilan Negeri (PN) Sidoarjo mengahadirkan dua saksi ahli dari terdakwa.

Saksi ahli tersebut yaitu Urip Santoso dari akademisi Unair ahli pertanahan (agraria) dan Sholahuddyn ahli hukum pidana Ubhara Surabaya. Keduanya diminta pendapat terkait keilmunnya dalam perkara yang menyeret bos PT Gala Bumi Perkasa, Ceng Liang alias Henry Jocosity Gunawan cs.

Dalam kesaksiannya dipersidangan, sesuai hasil pertanyaan jaksa dan hakim mengindikasikan bahwa, dakwaan jaksa terhadap terdakwa Henry J Gunawan cs tidak terbantahkan dan dinilai ada unsur pidana dalam perbuatan yang ditimbulkan.

Seperti pendapat yang disampaikan saksi ahli Urip Santoso bahwa, Surat Pelepasan Hak (SPH) berhak menguasai lahan. Bukan hanya itu ahli juga menambahkan, bahwa Perjanjian Perikatan Jual Beli (PPJB) tanah tidak bisa dinaikan menjadi Akta Jual Beli (AJB) sebelum adanya alas hak yang resmi seperti Sertifikat atau HGB yang dipenuhi terlebih dahulu.

"Harus memilki sertifikat atau HGB baru bisa dilakukan jual beli,"ucap, saksi ahli Urip Santoso dalam persidangan.

Sedangkan saksi ahli pidana, Sholihudin menerangkan, bahwa pemalsuan akta otentik dapat naik jadi perkara pidana jika dipakai untuk suatu kepentingan. "Kalau belum digunakan ya tidak dapat dipidanakan," terang, saksi ahli Sholihudin saat dikutip oleh memojatim.

Sebelumnya pada sidang dakwaan, JPU Kejaksaan Negeri Sidoarjo mendakwa Henry Jocosity Gunawan dengan pasal berlapis, yakni pemalsuan surat, memasukkan keterangan palsu ke dalam akta otentik serta di nyatakan melawan hukum, menjual, menukarkan atau membebani dengan creditverband sesuatu hak tanah yang telah bersertifikat, sesuatu gedung, bangunan, di atas tanah yang belum bersertifikat, padahal diketahui bahwa yang mempunyai atau turut mempunyai hak di atasnya adalah orang lain.

"Terdakwa Henry J Gunawan didakwa telah melanggar pasal 264 ayat (2) KUHP pasal 266 ayat (1) KUHP, serta pasal 385 ke -1 KUHP," kata, JPU Budhi Cahyono.

Untuk diketahui, dugaan pemalsuan akta otentik itu dilakukan oleh lima orang tersangka. Yakni Cen Liang alias Henry Jocosity Gunawan selaku Direktur Utama (Dirut) PT Gala Bumi Perkasa dan Reny Susetyowardhani anak dari (H.Iskandar/alm) Dirut PT Dian Fortuna Erisindo, Notaris Umi Chalsum, Notaris Yuli Ekawati, dan Notaris Dyah Nuswantari Ekapsari. (rief)

Posting Komentar