Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Photo : terdakwa Henry J Gunawan saat diadili. (Arief,memojatim)

Sidoarjo-Memo. Pengadilan Negeri (PN) Sidoarjo sebagai yang berketempatan memeriksa dan mengadili atas lima terdakwa yakni, Cen Liang alias Henry Jocosity Gunawan selaku Direktur Utama (Dirut) PT Gala Bumi Perkasa dan Reny Susetyowardhani anak dari (H.Iskandar/alm) Dirut PT Dian Fortuna Erisindo, Notaris Umi Chalsum, Notaris Yuli Ekawati, dan Notaris Dyah Nuswantari Ekapsari terkait perkara dugaan kasus penyerobotan dan pemalsuan akta lahan Puskopkar Jatim mulai menggeber persidangan untuk mempersingkat waktu.

Hal tersebut dibutikan dengan melaksanakan agenda sidang dua kali pada hari Senin (13/1/2020). Pasalnya, Pengadilan Negeri Sidoarjo usai melaksanakan sidang agenda saksi yang terdiri dari terdakwa untuk terdakwa lainnya itu langsung kembali melaksanakan persidangan dengan agenda pemeriksaan terdakwa.

Persidangan yang diketuai Achmad Peten Sili selaku Hakim Ketua memerintahkan sidang dilanjutkan dengan pemeriksaan terdakwa yang diamini oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) juga Penasehat Hukum masing-masing terdakwa.

"Sekarang kita buka sidang untuk ke lima orang terdakwa,"ucap, Hakim Ketua Achmad Peten sili sambil mengetuk palu sebagai tanda sidang pemeriksaan terdakwa dibuka.

Selanjutnya, kelima terdakwa diperiksa secara terpisah. Terdakwa Dyah Nuswantari Ekapsari mendapat giliran pertama lantas dilanjutkan ke terdakwa Reny Susetyowardhani, Umi Chalsum dan Yuli Ekawati dan terakhir Henry J Gunawan.

Pada sidang pemeriksaan terdakwa, terdakwa Dyah Nuswantari Ekapsari mengungkapkan bahwa, sebelum dirinya mengesahkan akta, pihaknya dihubungi fia telephon oleh terdakwa Umi Chalsum dan menjelaskan bahwa ini ada peta bidang yang sudah diterbitkan dari (BPN) Sidoarjo.

"Baru setelah itu saya bertemu Yuli dan Reny,"terang, terdakwa Dyah dalam persidangan hari Senin (13/1).

Sementara pada saat sampai di pemeriksaan terdakwa Henry J Gunawan, seperti biasanya Hakim Ketua Achmad Peten Sili sebelum dimulai persidangan menanyakan kesehatan terdakwa.

"Sehat saudara,"tanyak, Hakim Ketua Achmad Peten Sili saat membuka persidangan terdakwa Henry J Gunawan.

Selanjutnya, dalam sidang pemeriksaan Hakim Ketua menyebutkan bahwa, terdakwa Henry J Gunawan banyak disebut-sebut oleh keterangan saksi dipersidangan.

"Beberapa saksi yang saya ingat itu tentang saudara waktu penandatanganan,"ungkap, Hakim Ketua Achmad Peten Sili saat dikutip memojatim.

Lebih jauh Hakim Ketua juga menyebut bahwa, terdakwa Henry J Gunawan terkenal dan hoby berperkara.

"Saudara ini cukup terkenal, raport banyak sekali. Semenjak perkara ini menambah bagian dari luar, saya ikuti kasus saudara di Surabaya dan ada dimana-mana. Ada yang bilang saudara hoby berperkara sampai sebegitunya ngomong,"ungkap, Hakim Ketua Achmad Peten Sili didalam persidangan.

Eronisnya, terdakwa Henry J Gunawan menyerga dengan jawaban "baik dan siap" serasa tanpa beban dan tanpa rasa bersalah disela-sela pertanyaan Majelis.

Dimuka persidangan terdakwa Cen Liang alias Henry J Gunawan menyatakan, bahwa perkara ini bukan perkara yang besar tapi dimana saya bisa bantu orang saya selalu beban

"Perkara ini bukan perkara yang besar tapi dimana saya bisa bantu orang saya selalu beban,"elak, terdakwa Henry J Gunawan.

Sebelumnya pada sidang dakwaan, JPU Kejaksaan Negeri Sidoarjo mendakwa Henry Jocosity Gunawan dengan pasal berlapis, yakni pemalsuan surat, memasukkan keterangan palsu ke dalam akta otentik serta di nyatakan melawan hukum, menjual, menukarkan atau membebani dengan creditverband sesuatu hak tanah yang telah bersertifikat, sesuatu gedung, bangunan, di atas tanah yang belum bersertifikat, padahal diketahui bahwa yang mempunyai atau turut mempunyai hak di atasnya adalah orang lain.

"Terdakwa Henry J Gunawan didakwa telah melanggar pasal 264 ayat (2) KUHP pasal 266 ayat (1) KUHP, serta pasal 385 ke -1 KUHP," kata, JPU Budhi Cahyono.

Untuk diketahui, dugaan pemalsuan akta otentik itu dilakukan oleh lima orang tersangka. Yakni Cen Liang alias Henry Jocosity Gunawan selaku Direktur Utama (Dirut) PT Gala Bumi Perkasa dan Reny Susetyowardhani anak dari (H.Iskandar/alm) Dirut PT Dian Fortuna Erisindo, Notaris Umi Chalsum, Notaris Yuli Ekawati, dan Notaris Dyah Nuswantari Ekapsari. (rief)

Posting Komentar